jump to navigation

UNTUK ITULAH KITA ADA 30 Januari 2009

Posted by berbagipengetahuan in Uncategorized.
trackback
Beribadahlah hanya kepada ALLAH
Ibadatilah ALLAH

Jika diperhatikan penciptaan manusia khususnya -dan makhluk lain umumnya- sungguh ciptaan yang sangat menakjubkan, penciptaan yang tidak bisa dibuat oleh siapa pun, penciptaan manusia yang begitu unik, begitu indah dan begitu istimewa. Manusia diciptakan dari saripati yang berasal dari tanah, kemudian dari setetes air mani, dari setetes air mani ALLAH rubah menjadi segumpal darah, segumpal darah dijadikan sepotong daging, lalu sepotong daging itu dijadikan tulang belulang, kemudian tulang belulang dibalut dengan dengan daging, diciptakan bejuta-juta sel padanya, dilengkapi dengan anggota-anggota yang sangat sangat canggih, kemudian jadilah dia seorang anak manusia yang bentuk yang sangat baik, ALLAH  berfirman –yang artinya- :

Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. (Al Quran surat Al Mukminun : 12-14)

Siapapun yang memperhatikan penciptaan manusia, yang melakukan penelitian terhadap fungsi, susunan, serta bentuk organ-organ tubuh manusia, niscaya dia akan mendapatkan semuanya –subhana ALLAH- ciptaan yang hanya bisa diciptaan oleh ALLAH Tabaraka wa Ta’ala, tidak ada teknologi se-modern apapun yang bisa untuk membuatnya, jangankan untuk melebihinya, menyamainya dalam satu bentuk saja tidak ada yang bisa membuatnya, Maha Suci ALLAH Yang Maha Mencipta lagi Maha bagus ciptaan-NYA.

Di samping ciptaan manusia yang begitu bagus, lengkap dan indah, ALLAH Tabaraka wa Ta’ala memuliakan manusia dari makhluk lainnya dengan diciptakannya akal bagi mereka, dengan demikian manusia berbeda dari malaikat dan makhluk ALLAH lainya berupa binatang, ALLAH menciptakan para malaikat dan membekali mereka dengan akal, akan tetapi mereka tidak dilengkapi dengan hawa nafsu, sementara binatang diberi nafsu tetapi tidak dibekali dengan akal pikiran, sementara manusia dibekali dengan dua-duanya, dibekali dengan akal pikiran dan dibekali juga dengan hawa nafsu, sehingga dengan akal –hendaknya- manusia bisa mengendalikan hawa nafsunya dan bisa memilah-milih mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Selian itu semua, ALLAH mencukupkan segala kebutuhan dan keperluan manusia, untuk dimakan, diminum, bernafas dan semua kebutuhan hidup lainnya, firman ALLAH,

Dia lah Yang menciptakan apa yang ada di bumi untuk kamu semua”. (Al Quran surat Al Baqarah : 29)

Di dalam Al Quran banyak ayat-ayat yang menceritakan begitu banyak karunia yang ALLAH berikan kepada manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, mulai dari air, binatang ternak, tumbuh-tumbuhan, bahkan hewan yang begitu besar sekalipun ALLAH tundukkan untuk manusia agar mereka bisa mengambil manfaat darinya.

Satu pertanyaan yang terlintas dalam benak kita, dan harus direnungkan jawabannya, untuk apa ALLAH menciptakan kita dan memberikan semua ini untuk kita?

Apakah semua ini hanya untuk kesenangan manusia semata, apakah manusia hanya diciptakan begitu saja dan setelah dia diciptakan dibiarkan begitu saja, ALLAH berfirman –yang artinya- ,

Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Yang Berhak diibadati selain Dia, (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia”.

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?. Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

Jawabannya, kita dan semua yang ada di bumi ini tidak diciptakan sia-sia begitu saja, kita diciptakan mempunyai tujuan yang sangat agung dan sangat mulia, firman ALLAH – yang artinya-,

Ya Rob Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”.

Saudaraku para pembaca yang dirahmati ALLAH, kita diciptakan oleh ALLAH – dan juga makhluk ALLAH yang berupa jin- mempunyai tujuan dan tugas yang agung lagi mulia, tidak diciptakan begitu saja tanpa ada tujuan dan maksud, keberadaan kita di dunia tidak sia-sia begitu saja, tetapi….

Tujuan, maksud dan tugas kita diciptakan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa di muka bumi ini adalah untuk mengabdikan diri kepada-NYA dalam bentuk peribadatan semata-mata hanya kepada-NYA.

Untuk beribadah kepada-NYA lah kita diciptakan oleh ALLAH ke atas bumi ini, firman ALLAH,

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-KU

Sungguh ini adalah tugas yang sangat mulia, amanah yang sangat agung, kenapa tidak, ALLAH telah menciptakan kita dalam bentuk yang paling bagus, dilengkapi dengan semua yang akan kita butuhkan, tentu sudah seharusnya kita mengabdikan hidup kita untuk beribadah hanya kepada-NYA, kita pergunakan umur kita, jiwa raga kita dan apa-apa yang kita miliki dalam rangka beribadah kepada ALLAH Robbul ‘Izzati wal Karom.

Inilah tugas dan kewajiban kita, dan untuk ini pula kita berada di atas dunia ini, siapa pun kita, apa pun pangkat dan kedudukan kita, tanamkan dalam hati kita bahwa “tiada waktu tanpa ibadah kepada kepada ALLAH”.

Setelah itu, satu pertanyaan lagi yang harus kita jawab, apa itu ibadah, apakah semua perkara yang kita anggap baik adalah baik dan bernilai ibadah?

Ibadah yaitu, segala ucapan, perbuatan, tingkah laku, sifat dan (semua hal) yang disenangi, diredhoi dan dicintai oleh ALLAH, zikir, berkata santun, menolong orang, jujur, dan lain-lainnya adalah bentuk-bentuk ibadah.

Tetapi perlu diingat, tidak semua yang baik menurut kita –manusia- baik pula menurut ALLAH dan bernilai ibadah, karena tolok ukur dalam ibadah adalah apa-apa yang diperintahkan oleh ALLAH dan Rasul-NYA dan bukan apa yang baik dan “tidak apa-apa” menurut kita, ibadah tidak bisa diukur dengan perasaan dan keinginan semata.

Bukankah melakukan shalat itu baik? Tetapi bolehkan kita menambah satu shalat wajib lagi –selain shalat lima waktu dalam satu hari satu malam- antara shalat Subuh dan Zuhur umpamanya? Tentu saja tidak boleh, karena ibadah itu sudah ada aturannya dari Zat yang harus diibadati itu, bukan manusia yang mengada-adakan bentuk peribadatan untuk beribadah kepada-NYA. Orang mengatakan “Semuanya mengaku cinta kepada Laila, akan tetapi Laila tidak pernah menyambut cintanya”

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, tetapi dia tidak mendapatkan kebaikan itu”

Semoga kita termasuk orang yang mengetahui tugas kita dan keberadaan kita di dunia ini, dan semoga apa-apa yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi ALLAH dan tidak sia-sia begitu saja. Amin ya Robbal ‘alamin.

Ditulis oleh: Ibnu Mukhtar pada Hari Jumat, 30/01/2009

Komentar»

No comments yet — be the first.