jump to navigation

Dimana ALLAH? 20 Februari 2009

Posted by berbagipengetahuan in Uncategorized.
trackback
ALLAH di atasArsy
ALLAH di atasArsy

Di zaman sekarang ini –yang katanya zaman modern- kita hidup dalam kegemerlapan dan hiruk pikuk dunia, zaman yang memalingkan dan menjauhkan manusia dari agama dan penciptanya, jangankan untuk mengetahui detail agamanya, seorang muslim tidak kenal lagi dengan sang Khaliqnya, sungguh sesuatu yang sangat menyedihkan dan menyayat hati…

Seorang muslim lebih kenal dengan para artis –yang kebanyakan adalah orang-orang kafir atau orang-orang Islam yang hanya zohirnya saja- dari pada mengenal ALLAH Yang Menciptakannya dan Memberikan segala keperluannya, (baca selebihnya)orang Islam lebih mengetahui tokoh-tokoh idola mereka dari pada mereka mengenal Nabi dan tokoh-tokoh Islam yang dengan harta, jiwa dan pikiran telah berjuang menegakkan agama Islam ini, orang-orang Islam pada zaman sekarang ini lebih hafal nyanyian, urutan sinetron dari satu episode ke episode lainnya di bandingkan dengan hafal dan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ibadahnya.

Sungguh, kenyataan yang sangat menyedihkan, realita yang sungguh menyayat hati bagi orang hatinya yang diberikan cahaya oleh ALLAH, mungkin, sekaranglah zamannya “agama Islam hanya tinggal namanya saja dan Al Quran tinggal tulisannya belaka”, ketika ajaran Islam tidak lagi diamalkan dan Al Quran tidak lagi pernah dibaca, Islam hanya sekedar tinggal nama dan Al Quran hanya tulisan dan tidak pernah lagi dibaca apalagi diamalkan.

Kembali ke pertanyaan di atas, di manakah ALLAH? Mungkin jawaban masing-masing kita berbeda-beda, dan mungkin banyak di antara kita –umat Islam khususnya- tidak mengetahui jawabannya.

Mungkin ada yang mengatakan bahwa ALLAH ada di mana-mana, di langit ada ALLAH, di bumi, di lautan dan di mana-mana ada ALLAH, mereka berdalil dengan firman ALLAH (yang artinya),

وهو الله في السموات وفي الأرض يعلم سركم وجهركم ويعلم ما تكسبون

Dan Dialah Allah (yang diibadati), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan”. (surat Al An’am ayat 3)

Mereka juga menjadikan ayat-ayat yang lain sebagai dalil, kalau saja mereka mengetahui tafsir dan penjelasan yang benar tentang ayat-ayat tersebut pasti mereka tidak akan menjadikannya sebagai alasan dan dalil mereka.

Pendapat seperti ini pertama kali muncul, dianut, diucapkan dan dipercayai oleh kelompok jahmiyyah –sebuah sekte yang dipelopori oleh Jaham bin Shafwan- yang mengatakan bahwa ALLAH berada di setiap tempat –Maha Suci ALLAH dari apa yang mereka katakana- semoga ALLAH menghukum mereka dengan hukuman yang setimpal.

Jawaban yang benar adalah bahwa ALLAH di atas langit dan di atas Arsy, lihatlah firman ALLAH yang berbunyi,

ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ

(yaitu) Allah yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas ‘Arsy” (Surat Thaha ayat 5)

ALLAH juga berfirman,

ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (Surat Al Baqarah ayat 29)

Inilah aqidah yang benar, aqidah yang dianut oleh para sahabat, tabi’in, tabi’t tabi’in dan orang-orang menempuh jalan mereka, bahwa ALLAH Maha Tinggi sesuai dengan namanya, Maha Tinggi sifat-NYA dan juga Maha Tinggi ZATNYA, ALLAH bersemayam di atas Arsy-NYA yang berada di atas langit ke tujuh, banyak sekali ayat-ayat dan hadis yang menjelaskan bahwa ALLAH berada di atas langit.

Sedangkan ayat yang dibawakan oleh orang-orang yang mengatakan bahwa ALLAH ada di mana-mana, tafsir yang benar adalah bahwa Dialah ALLAH yang diibadati baik di langit atau pun di bumi, makhluk yang ada di langit dan di bumi mengakui bahwa hanya Dia Yang berhak untuk diibadati, dimintai pertolongan kepada-NYA dengan penuh takut dan harap, kecuali makhluk-makhluk yang kafir dari golongan manusia dan jin, ini sama seperti firman ALLAH yang berbunyi,

ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ

Dan Dialah Yang diibadati di langit dan Tuhan Yang diibadati di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.”

Wahai para pembaca, sesungguhnya ALLAH berada di atas langit ke-tujuh dan di atas Arsya-NYA, DIA Maha Tinggi atas semua makhluknya, tidak ada yang lebih tinggi dari ALLAH Tabaraka wa Ta’ala, semua ini sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-NYA, sedangkan Arsy-NYA di atas air, ALLAH Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Agung, Maha Melihat dan Mendengar segala apa yang ada di langit dan di bumi.

Pendapat yang mengatakan bahwa ALLAH berada di setiap tempat tidaklah benar, karena jika dikatakan demikian berarti ALLAH ada di tempat-tempat yang bersih juga ada di tempat yang kotor – na’udzu billah min dzalik- ALLAH ada di mesjid, ada di rumah, ada di gereja dan juga ada di kamar mandi, wc dan lain-lainnya, ini tidak akan dikatakan oleh seorang yang beriman. Tetapi kenapa masih ada orang Islam yang mengatakan bahwa ALLAH berada di setiap tempat?

Bukankah secara fitrah –insting dan tidak langsung- kita sudah mengakui bahwa ALLAH berada di atas? Bukankah kita berdoa dengan menengadahkan tangan kita ke atas, bukankah yang menurunkan hujan adalah ALLAH, bukankah hujan diturunkan dari atas –langit?- bukankah kita sering memanggil ALLAH dan melihat ke atas? bukankah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mi’raj ke atas langit ke tujuh? Bukankah perkataan-perkataan yang baik itu naik menuju ALLAH Ta’ala? Kita sering mendengarkan kata-kata “ALLAH menurunkan…”, bukankah “menurunkan” dari atas ke bawah? Bukankah ALLAH Maha Suci, Maha Agung? Bukankah, bukankah, bukankah? Jika saja kita merenungkan dengan hati yang cemerlang dan pikiran yang jernih niscaya kita akan mengatakan bahwa ALLAH berada di atas langit, karena DIA Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Allah berfirman,

ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ

Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (surat Al Mulk ayat 16)

Ketika dikatakan bahwa ALLAH di atas langit bersemayam di atas Arsy-NYA, itu bukan berarti sama seperti manusia ketika berada di atas singgasananya, karena ALLAH Maha Suci tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengannya, lihatlah awan yang berada di atas kita, apakah keberadaan awan di atas kita sama dengan keberadaan kita di atas bumi ini? Jawabannya; tidak sama, keberadaan manusia di atas bumi tidak bisa berdiri sendiri tetapi dia membutuhkan sesuatu untuk tempatnya berdiri, akan tetapi keberadaan awan di atas bumi tidak bergantung kepada bumi itu sendiri, sedangkan ALLAH Kuasa atas segla sesuatu, ALLAH berfirman,

ﭡ ﭢ ﭣ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bertanya kepada seorang budak,

أين الله؟ فأجابت: في السماء, قال لها: من أنا؟ قالت: محمد رسول الله, فقال لصاحبها: أعتقها فإنها مومنة

“Dimana ALLAH?, dia menjawab, “Di atas langit”, beliau bertanya lagi kepadanya, “Siapa saya?” budak itu menjawab, “Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada pemiliknya, “Merdekakanlah dia, karena sesungguhnya dia adalah orang yang beriman”.

Dapat dipahami dari hadis di atas, melalui sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bahwa orang yang tidak meyakini bahwa ALLAH di atas langit bukanlah orang yang beriman, dan nyatalah bahwa ALLAH berada di atas langit bersemayam di atas Arsy-NYA, Melihat dan Mengetahui segala sesuatunya. ALLAHU A’lam.

Ditulis oleh Al Faqir ila ALLAH, Abu Umar pada pagi Jumat 20 Februari 2009

Komentar»

No comments yet — be the first.