<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berbagi Pengetahuan</title>
	<atom:link href="http://berbagipengetahuan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com</link>
	<description>"Berbagilah untuk saling mencintai" semoga dengan blog ini saya bisa berbagi pengetahuan yang bermanfaat, semoga dengan demikian terjalin rasa saling mencintai (karena ALLAH Ta'ala)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2009 06:23:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='berbagipengetahuan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berbagi Pengetahuan</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://berbagipengetahuan.wordpress.com/osd.xml" title="Berbagi Pengetahuan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DUKUN PONARI DAN FENOMENA BATU PETIR (Muslim Indonesia di persimpangan jalan!? -2- )</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/25/dukun-ponari-dan-fenomena-batu-petir-muslim-indonesia-di-persimpangan-jalan-2/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/25/dukun-ponari-dan-fenomena-batu-petir-muslim-indonesia-di-persimpangan-jalan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 03:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[  Penulis : Al Ustadz Jafar Salih   Ponari, nama yang sederhana, sesederhana orangnya. Tidak ada yang istimewa pada sosok bocah sepuluh tahun ini sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu yang dikenal belakangan  dengan sebutan &#8220;batu petir&#8221; dan konon diyakini &#8220;sakti&#8221;, paling tidak oleh ribuan orang yang telah menjadi pasiennya. Batu yang dengan sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=154&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 139px"><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:aJBkAEV0K7tjXM:http://www.rafatosman.com/~up/uploads/8ea6259bdc.jpg" alt="Hanya ALLAH satu-satunya tempat meminta" width="129" height="99" /><p class="wp-caption-text">Hanya ALLAH satu-satunya tempat meminta</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center">Penulis : Al Ustadz Jafar Salih</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span style="color:#0000ff;">Ponari, nama yang sederhana, sesederhana orangnya. Tidak ada yang istimewa pada sosok bocah sepuluh tahun ini sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu yang dikenal belakangan  dengan sebutan &#8220;batu petir&#8221; dan konon diyakini &#8220;sakti&#8221;, paling tidak oleh ribuan orang yang telah menjadi pasiennya. Batu yang dengan sekali celup, air celupannya bisa mengobati segala macam penyakit. Batu yang telah menjungkirbalikkan logika ribuan anak bangsa!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ponari, begitu pula Dewi Sulistiyowati dan entah siapa lagi bakal menyusul, telah menjadi sebuah fenomena berkat batu yang mereka temukan. Tapi yang lebih fenomenal dari itu semua adalah ribuan atau bahkan jutaan ummat manusia yang &#8220;tersihir&#8221; dan percaya terhadap eksistensi &#8220;batu petir&#8221; dalam proses penyembuhan.<span id="more-154"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Bicara tentang batu, ummat Islam telah mengenal Hajar Aswad sebagai batu yang paling populer di tengah-tengah kehidupan beragama mereka, karena letak keberadaannya (di dinding Ka&#8217;bah) dan posisinya di dalam jiwa kaum muslimin, karena kaitannya dengan ibadah thawaf.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Rasulullah s<em>hallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, satu-satunya tauladan ummat, di dalam thawafnya mencontohkan untuk mencium batu ini setiap kali melewatinya pada putaran thawaf atau menyentuhnya bagi yang mampu atau melambai ke arahnya. Demikian istimewanya batu ini, sampai-sampai thawaf tidak dianggap sah kalau tidak memulai thawaf dari arah yang sejajar dengannya. Sehingga jadilah batu ini salah satu dari syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Islam yang wajib dimuliakan, menurut aturan syariat. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#0000ff;"><strong></strong><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P336;" lang="AR-SA">ﭨ  ﭩ  ﭪ  ﭫ   ﭬ  ﭭ  ﭮ  ﭯ   ﭰ      ﭱ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭼ</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-indent:-.75in;line-height:normal;text-align:left;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;<em>Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati</em>&#8220;. (Qs. Al Hajj: 32)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tapi kendati pun demikian, batu adalah batu, dia tidak bisa memberi manfaat kepada siapa pun, atau pun mencelakakannya. Adapun kita sampai menciumnya, itu tidak lebih semata-mata dalam rangka menauladani apa yang diperbuat Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam sebagai tauladan bagi manusia. Dan konsep ini sangat dipahami sekali oleh generasi pertama ummat ini, para salaf, sampai-sampai Umar bin Khattab Rhadiyallahu &#8216;Anhu, Khalifah Rasulullah s<em>hallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> yang kedua, ketika menciumnya, ia berkata,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه و سلم يقبلك ما قبلتك</span></strong><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Sesungguhnya Aku benar-benar tahu bahwa kamu hanya batu, tidak bisa memberi manfaat atau celaka, kalau saja Aku tidak melihat Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam menciummu, Aku tidak akan menciummu&#8221;. Muttafaqun &#8216;Alaihi dari Umar</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" dir="rtl"> </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">rhadiyallahu &#8216;Anhu.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kembali kepada batu Ponari, batu Dewi Sulistiyowati dan batu fulan dan fulan…dst. Terlepas dari pernyataan para pasien yang mengaku sembuh setelah meminum air celupan batu tersebut dan terlepas dari sibuknya para dokter yang menyatakan bahwa itu hanya disebabkan faktor sugesti, yang diakui dunia medis sebagai salah satu faktor penyembuh juga. Saat ini batu-batu tersebut telah menjerumuskan ummat kepada kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Karena mereka yang mengakui eksistensi batu tersebut dalam proses penyembuhan, tidak lepas dari tiga kelompok manusia:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><strong>Yang pertama;</strong> mereka yang meyakini bahwa kesembuhan semata-mata berkat kekuatan batu, tidak ada campur tangan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dalam hal ini. Maka mereka telah jatuh kepada kesyirikan yang besar. Karena mereka telah meyakini ada selain Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala yang menyembuhkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><strong>Yang kedua:</strong> mereka yang meyakini bahwa kesembuhan datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala semata dan batu hanya sebagai sebab. Maka mereka telah terjatuh kepada syirik kecil, karena mereka telah menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><strong>Dan yang ketiga:</strong> juga merupakan syirik kecil, yaitu mereka yang meyakini batu tersebut ada barakahnya. Sehingga mereka berebut meminum air celupannya dengan niatan mengharap barakahnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Al Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Waqid Al Laitsi Rhadiyallahu &#8216;Anhu, ia berkisah, &#8220;Kami pergi bersama Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam menuju Hunain dan (waktu itu) kami belum lama masuk Islam. Dan orang-orang musyrikin mempunyai pohon Bidara yang mereka jadikan tempat semedi dan menggantungkan senjata-senjata mereka dibawahnya (mengharapkan barakahnya) yang mereka namakan dengan sebutan Dzatu Anwath. Maka (ketika) kami melewati sebuah pohon Bidara, kami berkata: Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath seperti orang-orang musyrikin punya Dzatu Anwath.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Rasulullah s<em>hallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, &#8220;Allahu Akbar! Sesungguhnya ini adalah suatu jalan/ajaran, apa yang kalian ucapkan –demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya- persis seperti yang pernah diucapkan Bani Israil kepada Musa, &#8220;Buatkanlah untuk kami sesembahan (selain Allah) sebagaimana mereka punya sesembahan, Musa berkata: kalian adalah kaum yang jahil&#8221;. Rasulullah s<em>hallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> melanjutkan: kalian akan benar-benar mengikuti jalan-jalan ummat sebelum kalian&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan ketahuilah kesyirikan apa pun bentuknya merupakan kedzaliman yang paling besar, lebih besar dari membunuh, mencuri, korupsi, berzina, memakan riba…dstnya. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P412;" lang="AR-SA">ﭦ  ﭧ   ﭨ  ﭩ  ﭪ   ﭫ  ﭬ  ﭭ  ﭮ  ﭯ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P412;" lang="AR-SA">ﭰ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P412;" lang="AR-SA"> ﭱ  ﭲ    ﭳ  ﭴ  ﭵ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭼ</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><em>&#8220;Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:&#8221;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar</em>&#8220;. (Qs. Luqman: 13)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P086;" lang="AR-SA">ﮢ  ﮣ  ﮤ  ﮥ   ﮦ  ﮧ  ﮨ    ﮩ  ﮪ  ﮫ   ﮬ  ﮭ  ﮮ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P086;" lang="AR-SA">ﮯ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P086;" lang="AR-SA"> ﮰ  ﮱ  ﯓ  ﯔ  ﯕ  ﯖ      ﯗ   ﯘ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭼ</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;<em>Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar</em>&#8220;. (Qs. An-Nisaa: 48)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan karena kesyirikan (besar), Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala haramkan seseorang masuk ke dalam surga,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P120;" lang="AR-SA">ﭺ    ﭻ  ﭼ  ﭽ  ﭾ  ﭿ  ﮀ  ﮁ   ﮂ  ﮃ  ﮄ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P120;" lang="AR-SA">ﮅ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P120;" lang="AR-SA"> ﮆ  ﮇ  ﮈ  ﮉ  ﮊ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭼ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.5pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;<em>Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun</em>&#8221; . (Qs. Al Maidah: 72)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan banyak lagi kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh dosa kesyirikan. Maka wajib bagi ulama Islam, tokoh-tokoh agama untuk menerangkan masalah ini kepada ummat dan mencegah mereka dari terperosok ke dalam jurang-jurang kebinasaan, sebagaimana wajib bagi pihak yang berwajib untuk menutup praktek pengobatan ini serta praktek-praktek yang serupa, karena ini semua hanya berakibat pada kerugian bangsa, negara dan ummat seluruhnya. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P075;" lang="AR-SA">ﭑ  ﭒ  ﭓ  ﭔ  ﭕ  ﭖ  ﭗ  ﭘ  ﭙ       ﭚ  ﭛ  ﭜ  ﭝ  ﭞ  ﭟ  ﭠ  ﭡ    ﭢ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P075;" lang="AR-SA">ﭣ</span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_P075;" lang="AR-SA"> ﭤ  ﭥ  ﭦ  ﭧ </span><span style="font-size:16pt;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭼ</span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;<em>Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu):&#8221;Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,&#8221; lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima</em>&#8220;. (Qs. Ali Imran: 187)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Wallahua&#8217;lam bis shawab. Wa&#8217;aakhiru Da&#8217;waana Anilhamdulillahi Rabbil &#8216;Aalamin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p>Dinukil dari e-mail yang masuk pada hari Senin, 23/02/2009</p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">‎</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
<span lang="AR-SA">‎</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=154&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/25/dukun-ponari-dan-fenomena-batu-petir-muslim-indonesia-di-persimpangan-jalan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:aJBkAEV0K7tjXM:http://www.rafatosman.com/~up/uploads/8ea6259bdc.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hanya ALLAH satu-satunya tempat meminta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana ALLAH?</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/20/dimana-allah/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/20/dimana-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 02:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[ALLAH di atasArsy Di zaman sekarang ini –yang katanya zaman modern- kita hidup dalam kegemerlapan dan hiruk pikuk dunia, zaman yang memalingkan dan menjauhkan manusia dari agama dan penciptanya, jangankan untuk mengetahui detail agamanya, seorang muslim tidak kenal lagi dengan sang Khaliqnya, sungguh sesuatu yang sangat menyedihkan dan menyayat hati… Seorang muslim lebih kenal dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=148&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:wAQWBhnP-3E1vM:http://www.albetaqa.com/a-cards/data/media/5/background0175.jpg" alt="ALLAH di atasArsy" width="143" height="107"></dt>
<dd class="wp-caption-dd">ALLAH di atasArsy</dd>
</dl>
</div>
<p><span style="color:rgb(0,0,255);">Di zaman sekarang ini –yang katanya zaman modern- kita hidup dalam kegemerlapan dan hiruk pikuk dunia, zaman yang memalingkan dan menjauhkan manusia dari agama dan penciptanya, jangankan untuk mengetahui detail agamanya, seorang muslim tidak kenal lagi dengan sang Khaliqnya, sungguh sesuatu yang sangat menyedihkan dan menyayat hati…<span id="more-148"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);">Seorang muslim lebih kenal dengan para artis –yang kebanyakan adalah orang-orang kafir atau orang-orang Islam yang hanya zohirnya saja- dari pada mengenal ALLAH Yang Menciptakannya dan Memberikan segala keperluannya, <img src="http://berbagipengetahuan.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="(baca selebihnya)" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="Selebihnya...">orang Islam lebih mengetahui tokoh-tokoh idola mereka dari pada mereka mengenal Nabi dan tokoh-tokoh Islam yang dengan harta, jiwa dan pikiran telah berjuang menegakkan agama Islam ini, orang-orang Islam pada zaman sekarang ini lebih hafal nyanyian, urutan sinetron dari satu episode ke episode lainnya di bandingkan dengan hafal dan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ibadahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);">Sungguh, kenyataan yang sangat menyedihkan, realita yang sungguh menyayat hati bagi orang hatinya yang diberikan cahaya oleh ALLAH, mungkin, sekaranglah zamannya “<b>agama Islam hanya tinggal namanya saja dan Al Quran tinggal tulisannya belaka</b>”, ketika ajaran Islam tidak lagi diamalkan dan Al Quran tidak lagi pernah dibaca, Islam hanya sekedar tinggal nama dan Al Quran hanya tulisan dan tidak pernah lagi dibaca apalagi diamalkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);">Kembali ke pertanyaan di atas, di manakah ALLAH? Mungkin jawaban masing-masing kita berbeda-beda, dan mungkin banyak di antara kita –umat Islam khususnya- tidak mengetahui jawabannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);">Mungkin ada yang mengatakan bahwa ALLAH ada di mana-mana, di langit ada ALLAH, di bumi, di lautan dan di mana-mana ada ALLAH, mereka berdalil dengan firman ALLAH (yang artinya),</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:rgb(0,0,255);"><b><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وهو الله في السموات وفي الأرض يعلم سركم وجهركم ويعلم ما تكسبون</span></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">“<i>Dan Dialah Allah (yang diibadati), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan</i>”.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="rtl"> </span><span style="line-height:115%;">(surat Al An’am ayat 3)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Mereka juga menjadikan ayat-ayat yang lain sebagai dalil, kalau saja mereka mengetahui tafsir dan penjelasan yang benar tentang ayat-ayat tersebut pasti mereka tidak akan menjadikannya sebagai alasan dan dalil mereka.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Pendapat seperti ini pertama kali muncul, dianut, diucapkan dan dipercayai oleh kelompok jahmiyyah –sebuah sekte yang dipelopori oleh Jaham bin Shafwan- yang mengatakan bahwa ALLAH berada di setiap tempat –Maha Suci ALLAH dari apa yang mereka katakana- semoga ALLAH menghukum mereka dengan hukuman yang setimpal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Jawaban yang benar adalah bahwa ALLAH di atas langit dan di atas Arsy, lihatlah firman ALLAH yang berbunyi,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P312;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭼ</span><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;" lang="AR-SA"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">“<i>(yaitu) Allah yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas &#8216;Arsy</i>” (Surat Thaha ayat 5)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">ALLAH juga berfirman, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P005;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P005;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﯻ</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P005;" dir="rtl" lang="AR-SA"> ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭼ</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:13pt;line-height:115%;">“</span><i><span style="line-height:115%;">Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.</span></i><span style="line-height:115%;">” (Surat Al Baqarah ayat 29)</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Inilah aqidah yang benar, aqidah yang dianut oleh para sahabat, tabi’in, tabi’t tabi’in dan orang-orang menempuh jalan mereka, bahwa ALLAH Maha Tinggi sesuai dengan namanya, Maha Tinggi sifat-NYA dan juga Maha Tinggi ZATNYA, ALLAH bersemayam di atas Arsy-NYA yang berada di atas langit ke tujuh, banyak sekali ayat-ayat dan hadis yang menjelaskan bahwa ALLAH berada di atas langit.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Sedangkan ayat yang dibawakan oleh orang-orang yang mengatakan bahwa ALLAH ada di mana-mana, tafsir yang benar adalah bahwa Dialah ALLAH yang diibadati baik di langit atau pun di bumi, makhluk yang ada di langit dan di bumi mengakui bahwa hanya Dia Yang berhak untuk diibadati, dimintai pertolongan kepada-NYA dengan penuh takut dan harap, kecuali makhluk-makhluk yang kafir dari golongan manusia dan jin, ini sama seperti firman ALLAH yang berbunyi,</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:QCF_P495;" lang="AR-SA">ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ</span><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:QCF_P495;" lang="AR-SA">ﮮ</span><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:QCF_P495;" lang="AR-SA"> ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ </span><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" lang="AR-SA">ﭼ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">“<i>Dan Dialah Yang diibadati di langit dan Tuhan Yang diibadati di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui</i>.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Wahai para pembaca, <u><b>sesungguhnya ALLAH berada di atas langit ke-tujuh dan di atas Arsya-NYA, DIA Maha Tinggi atas semua makhluknya, tidak ada yang lebih tinggi dari ALLAH Tabaraka wa Ta&#8217;ala, semua ini sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-NYA, sedangkan Arsy-NYA di atas air, ALLAH Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Agung, Maha Melihat dan Mendengar segala apa yang ada di langit dan di bumi</b></u>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Pendapat yang mengatakan bahwa ALLAH berada di setiap tempat tidaklah benar, karena jika dikatakan demikian berarti ALLAH ada di tempat-tempat yang bersih juga ada di tempat yang kotor – <i>na’udzu billah min dzalik</i>- ALLAH ada di mesjid, ada di rumah, ada di gereja dan juga ada di kamar mandi, wc dan lain-lainnya, ini tidak akan dikatakan oleh seorang yang beriman. Tetapi kenapa masih ada orang Islam yang mengatakan bahwa ALLAH berada di setiap tempat?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Bukankah secara fitrah –insting dan tidak langsung- kita sudah mengakui bahwa ALLAH berada di atas? Bukankah kita berdoa dengan menengadahkan tangan kita ke atas, bukankah yang menurunkan hujan adalah ALLAH, bukankah hujan diturunkan dari atas –langit?- bukankah kita sering memanggil ALLAH dan melihat ke atas? bukankah Nabi kita <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> <i>mi’raj</i> ke atas langit ke tujuh? Bukankah perkataan-perkataan yang baik itu naik menuju ALLAH Ta’ala? Kita sering mendengarkan kata-kata “ALLAH menurunkan…”, bukankah “menurunkan” dari atas ke bawah? Bukankah ALLAH Maha Suci, Maha Agung? Bukankah, bukankah, bukankah? Jika saja kita merenungkan dengan hati yang cemerlang dan pikiran yang jernih niscaya kita akan mengatakan bahwa ALLAH berada di atas langit, karena DIA Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Allah berfirman, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭽ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P563;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭼ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">“<i>Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?</i>” (surat Al Mulk ayat 16)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="line-height:115%;">Ketika dikatakan bahwa ALLAH di atas langit bersemayam di atas Arsy-NYA, itu bukan berarti sama seperti manusia ketika berada di atas singgasananya, karena ALLAH Maha Suci tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengannya, lihatlah awan yang berada di atas kita, apakah keberadaan awan di atas kita sama dengan keberadaan kita di atas bumi ini? Jawabannya; tidak sama, keberadaan manusia di atas bumi tidak bisa berdiri sendiri tetapi dia membutuhkan sesuatu untuk tempatnya berdiri, akan tetapi keberadaan awan di atas bumi tidak bergantung kepada bumi itu sendiri, sedangkan ALLAH Kuasa atas segla sesuatu, ALLAH berfirman, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭽ</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P484;" dir="rtl" lang="AR-SA"> ﭡ ﭢ ﭣ</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P484;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭤ</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_P484;" dir="rtl" lang="AR-SA"> ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:QCF_BSML;" dir="rtl" lang="AR-SA">ﭼ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“</span><i><span style="line-height:115%;">Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.</span></i><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa salam</i> bertanya kepada seorang budak, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:rgb(0,0,255);"><b><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أين الله؟ فأجابت: في السماء, قال لها: من أنا؟ قالت: محمد رسول الله, فقال لصاحبها: أعتقها فإنها مومنة</span></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);">“Dimana ALLAH?, dia menjawab, “Di atas langit”, beliau bertanya lagi kepadanya, “Siapa saya?” budak itu menjawab, “Muhammad Rasulullah <i><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">shallallahu ‘alaihi wa salam</span></i><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">”. Maka Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa salam </i>bersabda kepada pemiliknya, “Merdekakanlah dia, karena sesungguhnya dia adalah orang yang beriman”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(0,0,255);"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Dapat dipahami dari hadis di atas, melalui sabda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa salam</i> bahwa orang yang tidak meyakini bahwa ALLAH di atas langit bukanlah orang yang beriman, dan nyatalah bahwa ALLAH berada di atas langit bersemayam di atas Arsy-NYA, Melihat dan Mengetahui segala sesuatunya. ALLAHU A’lam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;"><span style="color:rgb(0,0,255);">Ditulis oleh Al Faqir ila ALLAH, Abu Umar pada pagi Jumat 20 Februari 2009</span><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=148&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/20/dimana-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:wAQWBhnP-3E1vM:http://www.albetaqa.com/a-cards/data/media/5/background0175.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ALLAH di atasArsy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagipengetahuan.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanamkan Dendam terhadap Orang Yahudi pada Anak-Anak Kita</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/09/tanamkan-dendam-terhadap-orang-yahudi-pada-anak-anak-kita/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/09/tanamkan-dendam-terhadap-orang-yahudi-pada-anak-anak-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 04:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu [Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, ketika beliau berbicara tentang pentingnya menanamkan jihad dan keberanian kepada anak-anak kaum muslimin:] [Hendaknya orang tua..] 1. Menyediakan waktu khusus untuk duduk bersama keluarga serta para murid dan membacakan buku tentang sirah Rasul shallallahu ‘alaihi wa ssalam serta sirah shahabatnya. Agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=139&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 117px"><img src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:ZnT_O9ZXFj5YJM:http://2.bp.blogspot.com/_TDiZDd7ixdI/SLuta2SlBaI/AAAAAAAAAD0/29hOeDzcD3c/S250/ANTI%2BZIONIS.jpg" alt="ALLAH melaknat orang-orang yahudi" width="107" height="85" /><p class="wp-caption-text">ALLAH melaknat orang-orang yahudi</p></div>
<p>Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu</p>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><span style="color:#333399;"><em> </em><br />
[Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, ketika beliau berbicara tentang pentingnya menanamkan jihad dan keberanian kepada anak-anak kaum muslimin:]</span></p>
<p><span style="color:#333399;">[Hendaknya orang tua..]</span></p>
<p><span style="color:#333399;">1. Menyediakan waktu khusus untuk duduk bersama keluarga serta para murid dan membacakan buku tentang sirah Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa ssalam</em> serta sirah shahabatnya. Agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri kita.</span><span id="more-139"></span></p>
<p><span style="color:#333399;">Ini merupakan sebab datangnya hidayah Allah kepada kita. Mereka ditolong dengan sebab keimanan dan peperangan mereka, pengamalan mereka terhadap Al-Quran dan As-Sunnah, serta akhlak mereka yang tinggi.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">2. Mendidik anak-anak agar berani, beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.</span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>3. Menanamkan pada anak-anak dendam kesumat kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Pemuda-pemuda kita akan membebaskan Palestina dan Al-Quds ketika mereka kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah dan mereka akan ditolong dengan seizin Allah.</strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;">4. Memberi kisah-kisah pendidikan Islam yang bermanfaat seperti serial kisah Al-Quran Al-Karim dan sirah nabawiyah serta tokoh-tokoh sahabat dan para pahlawan muslim seperti kitab:</span></p>
<p><span style="color:#333399;">- Asy-Syama’il Muhammadiyah wal Akhlaqun Nabawiyah dan Adab Al-Islamiyah<br />
- Min Bada’il Qashash An-Nabawi Ash-Shahih</span></p>
<p><span style="color:#333399;">(Dicopy dari htp://ulamasunnah.wordpress.com)</span></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=139&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/09/tanamkan-dendam-terhadap-orang-yahudi-pada-anak-anak-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:ZnT_O9ZXFj5YJM:http://2.bp.blogspot.com/_TDiZDd7ixdI/SLuta2SlBaI/AAAAAAAAAD0/29hOeDzcD3c/S250/ANTI%2BZIONIS.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ALLAH melaknat orang-orang yahudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Merayakan Valentine Day</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/09/hukum-merayakan-valentine-day/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/09/hukum-merayakan-valentine-day/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 04:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan: Bagaimana hukum merayakan hari Kasih Sayang / Valentine Day? Jawab: “Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=135&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#3366ff;"><em></em></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 105px"><em><em><img src="http://www.photosled.com/data/500/iluvislam.gif" alt="Cintaku Hanya Untuk Islam" width="95" height="94" /></em></em><p class="wp-caption-text">Cintaku Hanya Untuk Islam</p></div>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</em></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Pertanyaan:<br />
Bagaimana hukum merayakan hari Kasih Sayang / Valentine Day?</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Jawab:<br />
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. <span id="more-135"></span>Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Semoga Allah Ta’ala Membalas ‘Amal Ibadah Kita. </span></p>
<p>(Dicopy dari http://ulamasunnah.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=135&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/02/09/hukum-merayakan-valentine-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.photosled.com/data/500/iluvislam.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Cintaku Hanya Untuk Islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNTUK ITULAH KITA ADA</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/30/untuk-itulah-kita-ada/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/30/untuk-itulah-kita-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 03:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ibadatilah ALLAH Jika diperhatikan penciptaan manusia khususnya -dan makhluk lain umumnya- sungguh ciptaan yang sangat menakjubkan, penciptaan yang tidak bisa dibuat oleh siapa pun, penciptaan manusia yang begitu unik, begitu indah dan begitu istimewa. Manusia diciptakan dari saripati yang berasal dari tanah, kemudian dari setetes air mani, dari setetes air mani ALLAH rubah menjadi segumpal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=125&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><span style="color:#339966;"><img src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:hfIBkZpd4_P8zM:http://www.islamonline.net/Arabic/Hajj/FirstTenDayes/NightLights/1425/images/pic03.jpg" alt="Beribadahlah hanya kepada ALLAH" width="97" height="107" /></span></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Ibadatilah ALLAH</dd>
</dl>
<p><span style="color:#339966;">Jika diperhatikan penciptaan manusia khususnya -dan makhluk lain umumnya- sungguh ciptaan yang sangat menakjubkan, penciptaan yang tidak bisa dibuat oleh siapa pun, penciptaan manusia yang begitu unik, begitu indah dan begitu istimewa. Manusia diciptakan dari saripati yang berasal dari tanah, kemudian dari setetes air mani, dari setetes air mani ALLAH rubah menjadi segumpal darah, segumpal darah dijadikan sepotong daging, lalu sepotong daging itu dijadikan tulang belulang, kemudian tulang belulang dibalut dengan dengan daging, <span id="more-125"></span>diciptakan bejuta-juta sel padanya, dilengkapi dengan anggota-anggota yang sangat sangat canggih, kemudian jadilah dia seorang anak manusia yang bentuk yang sangat baik, ALLAH  berfirman –yang artinya- : </span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“<em>Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”</em>. (Al Quran surat Al Mukminun : 12-14)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Siapapun yang memperhatikan penciptaan manusia, yang melakukan penelitian terhadap fungsi, susunan, serta bentuk organ-organ tubuh manusia, niscaya dia akan mendapatkan semuanya –<em>subhana ALLAH- </em>ciptaan yang hanya bisa diciptaan oleh ALLAH <em>Tabaraka wa Ta’ala</em>, tidak ada teknologi se-modern apapun yang bisa untuk membuatnya, jangankan untuk melebihinya, menyamainya dalam satu bentuk saja tidak ada yang bisa membuatnya, Maha Suci ALLAH Yang Maha Mencipta lagi Maha bagus ciptaan-NYA.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Di samping ciptaan manusia yang begitu bagus, lengkap dan indah, ALLAH <em>Tabaraka wa Ta’ala </em>memuliakan manusia dari makhluk lainnya dengan diciptakannya akal bagi mereka, dengan demikian manusia berbeda dari malaikat dan makhluk ALLAH lainya berupa binatang, ALLAH menciptakan para malaikat dan membekali mereka dengan akal, akan tetapi mereka tidak dilengkapi dengan hawa nafsu, sementara binatang diberi nafsu tetapi tidak dibekali dengan akal pikiran, sementara manusia dibekali dengan dua-duanya, dibekali dengan akal pikiran dan dibekali juga dengan hawa nafsu, sehingga dengan akal –hendaknya- manusia bisa mengendalikan hawa nafsunya dan bisa memilah-milih mana yang baik dan mana yang tidak baik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Selian itu semua, ALLAH mencukupkan segala kebutuhan dan keperluan manusia, untuk dimakan, diminum, bernafas dan semua kebutuhan hidup lainnya, firman ALLAH,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“<em>Dia lah Yang menciptakan apa yang ada di bumi untuk kamu semua</em>”. (Al Quran surat Al Baqarah : 29)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Di dalam Al Quran banyak ayat-ayat yang menceritakan begitu banyak karunia yang ALLAH berikan kepada manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, mulai dari air, binatang ternak, tumbuh-tumbuhan, bahkan hewan yang begitu besar sekalipun ALLAH tundukkan untuk manusia agar mereka bisa mengambil manfaat darinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Satu pertanyaan yang terlintas dalam benak kita, dan harus direnungkan jawabannya, untuk apa ALLAH menciptakan kita dan memberikan semua ini untuk kita? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Apakah semua ini hanya untuk kesenangan manusia semata, apakah manusia hanya diciptakan begitu saja dan setelah dia diciptakan dibiarkan begitu saja, ALLAH berfirman –yang artinya- ,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“<em>Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Yang Berhak diibadati selain Dia, (yang mempunyai) &#8216;Arsy yang mulia</em>”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“<em>Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?. Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?</em>”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Jawabannya, kita dan semua yang ada di bumi ini tidak diciptakan sia-sia begitu saja, kita diciptakan mempunyai tujuan yang sangat agung dan sangat mulia, firman ALLAH – yang artinya-, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">&#8220;<em>Ya Rob Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka</em>”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Saudaraku para pembaca yang dirahmati ALLAH, kita diciptakan oleh ALLAH – dan juga makhluk ALLAH yang berupa jin- mempunyai tujuan dan tugas yang agung lagi mulia, tidak diciptakan begitu saja tanpa ada tujuan dan maksud, keberadaan kita di dunia tidak sia-sia begitu saja, tetapi….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Tujuan, maksud dan tugas kita diciptakan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa di muka bumi ini adalah untuk mengabdikan diri kepada-NYA dalam bentuk peribadatan semata-mata hanya kepada-NYA.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Untuk beribadah kepada-NYA lah kita diciptakan oleh ALLAH ke atas bumi ini, firman ALLAH,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#339966;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون</span></strong><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“</span></strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-KU</span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">”</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Sungguh ini adalah tugas yang sangat mulia, amanah yang sangat agung, kenapa tidak, ALLAH telah menciptakan kita dalam bentuk yang paling bagus, dilengkapi dengan semua yang akan kita butuhkan, tentu sudah seharusnya kita mengabdikan hidup kita untuk beribadah hanya kepada-NYA, kita pergunakan umur kita, jiwa raga kita dan apa-apa yang kita miliki dalam rangka beribadah kepada ALLAH <em>Robbul ‘Izzati wal Karom</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Inilah tugas dan kewajiban kita, dan untuk ini pula kita berada di atas dunia ini, siapa pun kita, apa pun pangkat dan kedudukan kita, tanamkan dalam hati kita bahwa “<span style="text-decoration:underline;">tiada waktu tanpa ibadah kepada kepada ALLAH</span>”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Setelah itu, satu pertanyaan lagi yang harus kita jawab, apa itu ibadah, apakah semua perkara yang kita anggap baik adalah baik dan bernilai ibadah?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Ibadah yaitu, segala ucapan, perbuatan, tingkah laku, sifat dan (semua hal) yang disenangi, diredhoi dan dicintai oleh ALLAH, zikir, berkata santun, menolong orang, jujur, dan lain-lainnya adalah bentuk-bentuk ibadah.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Tetapi perlu diingat, tidak semua yang baik menurut kita –manusia- baik pula menurut ALLAH dan bernilai ibadah, karena tolok ukur dalam ibadah adalah apa-apa yang diperintahkan oleh ALLAH dan Rasul-NYA dan bukan apa yang baik dan “tidak apa-apa” menurut kita, ibadah tidak bisa diukur dengan perasaan dan keinginan semata.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Bukankah melakukan shalat itu baik? Tetapi bolehkan kita menambah satu shalat wajib lagi –selain shalat lima waktu dalam satu hari satu malam- antara shalat Subuh dan Zuhur umpamanya? Tentu saja tidak boleh, karena ibadah itu sudah ada aturannya dari Zat yang harus diibadati itu, bukan manusia yang mengada-adakan bentuk peribadatan untuk beribadah kepada-NYA. Orang mengatakan “Semuanya mengaku cinta kepada Laila, akan tetapi Laila tidak pernah menyambut cintanya”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, tetapi dia tidak mendapatkan kebaikan itu”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Semoga kita termasuk orang yang mengetahui tugas kita dan keberadaan kita di dunia ini, dan semoga apa-apa yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi ALLAH dan tidak sia-sia begitu saja. Amin ya Robbal ‘alamin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Ditulis oleh: Ibnu Mukhtar pada Hari Jumat, 30/01/2009</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=125&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/30/untuk-itulah-kita-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:hfIBkZpd4_P8zM:http://www.islamonline.net/Arabic/Hajj/FirstTenDayes/NightLights/1425/images/pic03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Beribadahlah hanya kepada ALLAH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YAHUDI BUKAN ISRAEL</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/27/115/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/27/115/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 03:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[(Penulis : Ammi Nur Baits) Sumber : www.muslim.or.id Sungguh sangat memprihatinkan, banyak di antara kaum muslimin sering tidak sadar dan lepas kontrol ketika berbicara. Tidak hanya terjadi pada orang awam, bisa kita katakan juga terjadi pada sebagian besar pelajar atau bahkan mereka yang merasa memiliki banyak tsaqafah islamiyah. Barangkali mereka lupa atau mungkin tidak tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=115&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#33cccc;"><strong></strong></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 151px"><strong><strong><img src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:0vk9vY3UwIKjEM:http://www.fas.org/nuke/guide/russia/airdef/hq-2_7.jpg" alt="Perang dengan Yahudi pasti akan terjadi" width="141" height="89" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Perang dengan Yahudi pasti akan terjadi</p></div>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ccff;"><strong>(Penulis : Ammi Nur Baits)</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#33cccc;"><strong><span style="color:#00ccff;">S</span>umber : www.muslim.or.id</strong></span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Sungguh sangat memprihatinkan, banyak di antara kaum muslimin sering tidak sadar dan lepas kontrol ketika berbicara. Tidak hanya terjadi pada orang awam, bisa kita katakan juga terjadi pada sebagian besar pelajar atau bahkan mereka yang merasa memiliki banyak <em>tsaqafah islamiyah</em>.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Barangkali mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda:</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّم</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, diucapkan tanpa kontrol akan tetapi menjerumuskan dia ke neraka.”</em> (HR. Al Bukhari 647)</span><span id="more-115"></span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Al Hafidz Ibn Hajar berkata dalam <em>Fathul Bari</em> ketika menjelaskan hadis ini, yang dimaksu<span style="color:#00ccff;">d diucapkan tanpa kontrol adalah tidak direnungkan bahayanya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang ditimbulkan. Hal ini semisal dengan firman Allah ketika menyebutkan tentang tuduhan terhadap Aisyah:</span></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#00ccff;">وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْد اللَّه عَظِيم</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><em>“Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi Allah.”</em> (QS. An-Nur: 15)</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Oleh karena itu, pada artikel ini -dengan memohon pertolongan kepada Allah- penulis ingin mengingatkan satu hal terkait dengan ayat dan hadis di atas, yaitu sebuah ungkapan penamaan yang begitu mendarah daging di kalangan kaum muslimin, sekali lagi tidak hanya terjadi pada orang awam namun juga terjadi pada mereka yang mengaku paham terhadap <em>tsaqafah islamiyah</em>. Ungkapan yang kami maksud adalah penamaan YAHUDI dengan ISRAEL. Tulisan ini banyak kami turunkan dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali <em>hafidzhahullah</em> yang berjudul <em>“Penamaan Negeri Yahudi yang Terkutuk dengan Israel”</em>.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk kaum muslimin bahwa negeri yahudi terlaknat yang menjajah Palestina bernama Israel. Bahkan mereka yang mengaku sangat membenci yahudi -sampai melakukan boikot produk-produk yang diduga menyumbangkan dana bagi yahudi- turut menamakan yahudi dengan israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim <em>‘alaihis salam</em> yaitu Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em>. Allah ta’ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.”</em> (QS. Ali Imran: 93)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Israil yang pada ayat di atas adalah nama lain dari Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em>. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Abbas <em>radhiallahu ‘anhu</em>: <em>“Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya, betul.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.”</em> (HR. Daud At-Thayalisy 2846)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Kata “Israil” merupakan susunan dua kata <em>israa</em> dan <em>iil</em> yang dalam bahasa arab artinya <em>shafwatullah</em> (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan <em>israa</em> dalam bahasa arab artinya <em>‘abdun</em> (hamba), sedangkan <em>iil</em> artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya <em>‘Abdullah (hamba Allah)</em>. (lihat <em>Tafsir At Thabari</em> dan <em>Al Kasyaf</em> ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya’qub adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala. Allah banyak memujinya di berbagai ayat al Qur’an. Jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi terlaknat. Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat yang negatif, diucapkan dengan disertai perasaan kebencian yang memuncak; <em>Biadab Israil… Israil bangsat…  Keparat Israil…</em> Atau dimuat di majalah-majalah dan media massa yang dinisbahkan pada islam, bahkan dijadikan sebagai Head Line News; <em>Israil membantai kaum muslimin… Agresi militer Israil ke Palestina… Israil penjajah dunia…. Dan seterusnya…</em> namun sekali lagi, yang sangat       adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan tidak merasa bersalah.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em>? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah yang berlabel islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad, merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em>? mengapa mereka tidak membayangkan bahwasanya bisa jadi ungkapan-ungkapan salah kaprah ini akan mendatangkan murka Allah &#8211; <em>wal ‘iyaadzu billaah</em> &#8211; karena isinya adalah pelecehan dan tuduhan bohong kepada Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em>. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em><em>‘alaihis salam</em> ridha andaikan beliau masih hidup?! tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan beliau berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka berfikir, apakah Nabi Israil </span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Allah ta’ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”</em> (QS. Al Ahzab: 58) </span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Allah menyatakan, menyakiti orang mukmin biasa laki-laki maupun wanita sementara yang disakiti tidak melakukan kesalahan dianggap sebagai perbuatan dosa, bagaimana lagi jika yang disakiti adalah seorang Nabi yang mulia, tentu bisa dipastikan dosanya lebih besar dari pada sekedar menyakiti orang mukmin biasa.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) yahudi terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil <em>‘alaihis salam</em>. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur’an.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Kita tidak mengingkari bahwa orang-orang yahudi merupakan keturunan Nabi Israil <em>‘alaihis salam</em>, akan tetapi ini bukan berarti diperbolehkan menamakan yahudi dengan nama yang mulia ini. Bahkan yang berhak menyandang nama dan warisan Nabi Ibrahim <em>‘alaihis salam</em> dan para nabi yang lainnya adalah kaum muslimin dan bukan yahudi yang kafir. Allah ta’ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”</em> (QS. Ali Imran: 67)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">إن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبي والذين آمنوا والله ولي المؤمنين</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.”</em> (QS. Ali Imran: 68)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan di ridai oleh Allah ta’ala.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">* * *</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Sedikitpun kami tidak berniat menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam dalam penggunaan kalimat-kalimat ini sebaliknya, yang kami maksud adalah yahudi…”</em></span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Barangkali ini salah satu pertanyaan yang akan dilontarkan oleh sebagian kaum muslimin ketika menerima nasihat ini. Maka jawaban singkat yang mungkin bisa kita berikan: Justru inilah yang berbahaya, seseorang melakukan sesuatu yang salah namun dia tidak sadar kalau dirinya sedang melakukan kesalahan. Bisa jadi hal ini tercakup dalam hadis dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> di atas. Bukankah semua pelaku perbuatan bid’ah tidak berniat buruk ketika melakukan kebid’ahannya, namun justru inilah yang menyebabkan dosa perbuatan bid’ah tingkatannya lebih besar dari melakukan dosa besar.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Ketika Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdakwah di Mekkah, Orang-orang musyrikin Quraisy mengganti nama Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan Mudzammam (manusia tercela) sebagai kebalikan dari nama asli Beliau Muhammad (manusia terpuji). Mereka gunakan nama Mudzammam ini untuk menghina dan melaknat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. misalnya mereka mengatakan; <em>“terlaknat Mudzammam”, “terkutuk Mudzammam”</em>, dan seterusnya. Dan Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tidak merasa dicela dan dilaknat, karena yang dicela dan dilaknat orang-orang kafir adalah “Mudzammam” bukan “Muhammad”, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan dan laknat orang Quraisy kepadaku, mereka mencela dan melaknat Mudzammam sedangkan aku Muhammad.”</em> (HR. Ahmad &amp; Al Bukhari)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Meskipun maksud orang Quraisy adalah mencela Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, namun karena yang digunakan bukan nama Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> maka Beliau tidak menilai itu sebagai penghinaan untuknya. Dan ini dinilai Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebagai bentuk mengalihkan penghinaan terhadap dirinya. Oleh karena itu, bisa jadi orang-orang Yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan karena yang dicela bukan nama mereka namun nama Nabi Ya’qub <em>‘alaihis salam</em>.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Di samping itu, Allah juga melarang seseorang mengucapkan sesuatu yang menjadi pemicu munculnya sesuatu yang haram. Allah melarang kaum muslimin untuk menghina sesembahan orang-orang musyrikin, karena akan menyebabkan mereka membalas penghinaan ini dengan menghina Allah ta’ala. Allah berfirman:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.”</em> (QS. Al An’am: 108)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Allah ta’ala melarang kaum muslimin yang hukum asalnya boleh atau bahkan disyari’atkan &#8211; menghina sesembahan orang musyrik &#8211; karena bisa menjadi sebab orang musyrik menghina Allah subhanahu wa ta’ala. Dan kita yakin dengan seyakin-yakinnya, tidak mungkin para sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em> yang menyaksikan turunnya ayat ini memiliki niatan sedikitpun untuk menghina Allah ta’ala. Maka bisa kita bayangkan, jika ucapan yang menjadi sebab celaan terhadap kebenaran secara tidak langsung saja dilarang, bagaimana lagi jika celaan itu keluar langsung dari mulut kaum muslimin meskipun mereka tidak berniat untuk menghina Nabi Israil <em>‘alaihis salam</em>.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">* * *</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>Cuma sebatas istilah, yang pentingkan esensinya… bahkan para ulama’ memiliki kaidah “Tidak perlu memperdebatkan istilah.”</em></span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Di atas telah dipaparkan bahwa menamakan negeri yahudi dengan Israil merupakan celaan terhadap Nabi Israil <em>‘alaihis salam</em>, baik langsung maupun tidak langsung, baik diniatkan untuk mencela maupun tidak, semuanya dihitung mencela Nabi Israil <em>‘alaihis salam</em> tanpa terkecuali. Dan kaum muslimin yang sejati selayaknya tidak meremehkan setiap perbuatan dosa atau perbuatan yang mengundang dosa. Karena dengan meremahkannya akan menyebabkan perbuatan yang mungkin nilainya kecil menjadi besar. Sebagaimana dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa di antara salah satu penyebab dosa kecil menjadi dosa besar adalah ketika pelakunya meremehkan dosa kecil tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Bahkan kita telah memahami bahwa mencela, menghina, melakukan tuduhan dusta kepada seorang Nabi adalah dosa besar. Akankah hal ini kita anggap ini biasa?! Sekali lagi, akan sangat membahayakan bagi seseorang, ketika dia mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, sementara dia tidak sadar. Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi Allah. (QS. An-Nur: 15)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Untuk kaidah “Tidak perlu memperdebatkan istilah”, kita tidak mengingkari keabsahan kaidah ini mengingat ungkapan tersebut merupakan kaidah yang masyhur di kalangan para ulama’. Akan tetapi maksud kaidah ini tidaklah melegalkan penamaan Yahudi dengan Israel. Karena kaidah ini berlaku ketika makna istilah tersebut sudah diketahui tidak menyimpang, sebagaimana yang dipaparkan oleh Abu Hamid Al Ghazali dalam bukunya <em>Al Mustashfaa fi Ilmil Ushul</em>.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>Istilah Israil untuk negeri yahudi telah menjadi konsensus (kesepakatan) dunia. Kita cuma ikut-ikutan…</em></span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Setiap kaum muslimin selayaknya berusaha menjaga syi’ar-syi’ar islam, misalnya dengan belajar bahasa arab (baik lisan maupun tulisan), menghafalkan Al Qur’an, da<span style="color:#00ccff;">n termasuk dalam hal ini adalah membiasakan diri untuk menggunakan istilah-istilah yang Allah gunakan dalam Al Qur’an atau dalam hadis Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></span> <span style="color:#00ccff;">selama istilah tersebut dapat dipahami orang lain.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><span style="color:#00ccff;">Sebagai bentuk pemeliharaan terhadap syi’ar isla</span>m, para sahabat terutama Umar Ibn Al Khattab <em>radhiyallahu ‘anhu</em><em>“Pelajarilah bahasa arab, karena itu bagian dari agama kalian.”</em> Beliau juga mengatakan: <em>“Hati-hati kalian dengan bahasa selain bahasa arab.”</em> Umar <em>radhiyallahu ‘anhu</em> membenci kaum muslimin membiasakan diri dengan berbicara selain bahasa arab tanpa ada kebutuhan, dan ini juga yang dipahami oleh para sahabat lainnya <em>radhiyallahu ‘anhum</em>. Mereka (para sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em>) menganggap bahasa arab sebagai konsekuensi agama, sedangkan bahasa yang lainnya termasuk syi’ar kemunafikan. Karena itu, ketika para sahabat berhasil menaklukkan satu negeri tertentu, mereka segera mengajarkan bahasa arab kepada penduduknya meskipun penuh dengan kesulitan. (lihat <em>Muqaddimah Iqtidla’ Shirathal Mustaqim</em>, Syaikh Nashir al ‘Aql) sangat menekankan agar umat islam mempelajari bahasa arab. Beliau pernah mengatakan: </span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Dalam bahasa arab, waktu sepertiga malam yang awal dinamakan <em>‘atamah</em>. Orang-orang arab badui di zaman Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memiliki kebiasaan menamai shalat Isya’ dengan nama waktu pelaksanaan shalat isya’ yaitu <em>‘atamah</em>. Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh para sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em> dengan menamakan shalat isya’ dengan shalat <em>‘atamah</em>. Kemudian Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang mereka melalui sabdanya:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#33cccc;">لا يغلبنكم الأعراب على اسم صلاتكم فإنها العشاء إنما يدعونها العتمة لإعتامهم بالإبل لحلابها</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;"><em>“Janganlah kalian ikut-ikutan orang arab badui dalam menamai shalat kalian, sesungguhnya dia adalah shalat Isya’, sedangkan orang badui menamai shalat isya dengan ‘atamah karena mereka mengakhirkan memerah susu unta sampai waktu malam.”</em> (HR. Ahmad, dinyatakan Syaikh Al Arnauth sanadnya sesuai dengan syarat Muslim)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Al Quthuby mengatakan: <em>“Agar nama shalat isya’ tidak diganti dengan nama selain yang Allah berikan, dan ini adalah bimbingan untuk memilih istilah yang lebih utama bukan karena haram digunakan dan tidak pula menunjukkan bahwa penggunaan istilah ‘atamah tidak diperbolehkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggunakan istilah ini dalam hadisnya…”</em> (<em>‘Umdatul Qori Syarh Shahih Al Bukhari</em> karya Al ‘Aini)</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Demikianlah yang dilakukan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabat dalam menjaga syi’ar islam. Sampai menjaga istilah-istilah yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, padahal penggunaan istilah asing dalam penamaan shalat isya’ tidak sampai derajat haram, karena tidak mengandung makna yang buruk.</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">***</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Lalu dengan apa kita menamai mereka?! Kita menamai mereka sebagaimana nama yang Allah berikan dalam Al-Qur’an, YAHUDI dan bukan ISRAEL. Dan sebagaimana disampaikan di atas, hendaknya setiap muslim membiasakan diri dalam menamakan sesuatu sesuai dengan yang Allah berikan. Hendaknya kita namakan orang-orang yang mengaku pengikut Nabi Isa <em>‘alahis salam</em> dengan NASRANI bukan KRISTIANI, kita namakan hari MINGGU dengan AHAD bukan MINGGU, kita namakan shalat dengan SHALAT bukan SEMBAHYANG dan seterusnya selama itu bisa dipahami oleh orang yang diajak bicara, sebagai bentuk penghormatan kita terhadap syi’ar-syi’ar agama islam. <em>Wallaahu waliyyut taufiiq…</em></span></p>
<h3><span style="color:#33cccc;">Sumber : http://alb4nt4ni.wordpress.com/</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=115&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/27/115/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:0vk9vY3UwIKjEM:http://www.fas.org/nuke/guide/russia/airdef/hq-2_7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perang dengan Yahudi pasti akan terjadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TERNYATA BUKAN NAJIS</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/23/ternyata-bukan-najis/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/23/ternyata-bukan-najis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 04:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan najis adalah permasalahan yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang muslim, karena akan menyangkut dengan ibadahnya kepada ALLAH &#8216;Azza wa Jalla, tidak sedikit orang yang salah dalam memahami hakekat dari najis, sehingga hal-hal yang sudah jelas ke-najis-annya dianggap tidak najis, sementara benda-benda/perkara-perkara yang tidak najis justru dianggap sebagai najis. Kesalahpahaman tentang ini najis, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=112&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333399;"><img class="alignleft" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:9gKChA1pxpm-dM:http://www.abekdash.com/wp/wp-content/pic/2008/08/Bathroom.JPG" alt="" width="127" height="91" />Permasalahan najis adalah permasalahan yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang muslim, karena akan menyangkut dengan ibadahnya kepada ALLAH &#8216;Azza wa Jalla, tidak sedikit orang yang salah dalam memahami hakekat dari najis, sehingga hal-hal yang sudah jelas ke-najis-annya dianggap tidak najis, sementara benda-benda/perkara-perkara yang tidak najis justru dianggap sebagai najis.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Kesalahpahaman tentang ini najis, dan itu bukan najis banyak kita jumpai di masyarakat. <strong>Misalnya</strong>, sebagian orang ketika kakinya terluka karena <span id="more-112"></span>jatuh atau tertusuk paku, maka serta-merta tak mau sholat, karena alasan bahwa ia harus bersihkan dulu darahnya yang ia yakini sebagai najis, padahal bukan najis!! Darah (selain darah haidh, dan nifas), <strong>seperti luka</strong> yang keluar dari tubuh kita, tidaklah membatalkan wudhu’, dan bukan pula najis. </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Selain itu</strong> , ada orang yang tak mau bersentuhan dengan orang yang junub (orang yang habis mimpi basah atau habis jimak), dengan dalih orang junub itu najis. Benarkah?? Ikuti pembahasan manis berikut ini: </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Darah selain Haidh, dan Nifas</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#333399;">Darah yang keluar dari tubuh seseorang bukanlah najis, <strong>selain darah haidh, dan nifas</strong>. Dahulu kaum muslimin di zaman Nabi <em>-Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>- sering melakukan jihad <em>fi sabilillah</em>, dan terluka oleh sabetan pedang, tusukan panah, dan tombak. Namun mereka tetap sholat dengan memakai pakaian mereka yang berlumuran darah. Ini juga menunjukkan bahwa darah yang keluar tersebut tidaklah membatalkan wudhu’ dan shalat kita. </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Jabir bin Abdillah Al-Anshoriy</strong><em>-radhiyallahu ‘anhu</em>- berkata, </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="color:#333399;">خَرَجْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -يَعْنِيْ فِيْ غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ- فَأَصَابَ رَجُلٌ امْرَأَةَ رَجُلٍ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ فَحَلَفَ: أَنْ لاَ أَنْتَهِيَ حَتَّى أُهْرِيْقَ دَمًا فِيْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ, فَخَرَجَ يَتْبَعُ أَثَرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَنَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْزِلاً فَقَالَ: مَنْ رَجُلٌ يَكْلَؤُنَا؟ فَانْتَدَبَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِيْنَ وَرَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ, فَقَالَ: كُوْنَا بِفَمِ الشِّعْبِ. قال: فَلَمَّا خَرَجَ الرَّجُلاَنِ إِلَى فَمِ الشِّعْبِ اضْطَجَعَ الْمُهَاجِرِيُّ وَقَامَ اْلأَنْصَارِيُّ يُصَلِّيْ وَأَتَى الرَّجُلُ فَلَمَّا رَأَى شَخْصَهُ عَرَفَ أَنَّهُ رَبِيْئَةٌ لِلْقَوْمِ فَرَمَاهُ بِسَهْمٍ فَوَضَعَهُ فِيْهِ فَنَزَعَهُ حَتَّى رَمَاهُ بِثَلاَثَةِ أَسْهُمٍ ثُمَّ رَكَعَ وَسَجَدَ ثُمَّ انْتَبَهَ صَاحِبُهُ, فَلَمَّا عَرَفَ أَنَّهُمْ قَدْ نَذَرُوْا بِهِ هَرَبَ, فَلَمَّا رَأَى الْمُهَاجِرِيُّ مَا بِاْلأَنْصَارِيِّ مِنَ الدَّمِ قَالَ: سُبْحَانَ اللهِ أَلاَ أَنْبَهْتَنِيْ أَوَّلَ مَا رَمَى, قال: كُنْتُ فِيْ سُوْرَةٍ أَقْرَؤُهَا فَلَمْ أُحِبَّ أَنْ أَقْطَعَهَا</span></strong><span style="color:#333399;"> . </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kami pernah keluar bersama Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yakni waktu Perang Dzatur Riqo. Maka ada seorang sahabat yang membunuh istri seorang musyrikin. Kemudian sang suami bersumpah, &#8220;Aku tak akan berhenti (melawan) sampai aku menumpahkan darah sebagian sahabat-sahabat Muhammad&#8221;. Maka ia pun keluar mengikuti jejak Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- (waktu itu) berhenti pada suatu tempat seraya bersabda, &#8220;Siapakah yang mau menjaga kita?. Maka bangkitlah seorang laki-laki dari kalangan Muhajirin, dan seorang dari kalangan Anshor. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, &#8220;Tetaplah kalian di mulut (gerbang) lembah. Tatkala dua orang itu keluar ke mulut lembah, maka berbaringlah laki-laki muhajirin itu, sedang laki-laki Anshor berdiri melaksanakan sholat. Kemudian datanglah orang musyrik tersebut. Tatkala ia melihat sosok tubuhnya sang Anshor, maka si musyrik tahu bahwa sang Anshor adalah penjaga pasukan. Kemudian si musyrik pun membidiknya dengan panah, dan mengenai sasaran dengan tepat. Sang Anshor mencabut anak panah itu sampai ia dibidik dengan 3 anak panah, lalu bersujud. Kemudian temannya (sang Muhajirin) tersadar. Tatkala si musyrik tahu bahwa mereka telah mencium keberadaannya, maka ia pun lari. Ketika sang Muhajirin melihat darah pada tubuh sahabat Anshor, maka ia berkata, &#8220;Subhanallah, Kenapa engkau tidak mengingatkan aku awal kali ia memanah?&#8221; Sang Anshor menjawab, &#8220;Aku sedang berada dalam sebuah surat yang sedang kubaca. Maka aku tak senang jika aku memutuskannya&#8221;.</em> [HR. Abu Dawud dalam <strong><em>As-Sunan</em></strong> (198). Hadits ini di-<em>hasan</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <strong><em>Ash-Shohihah</em></strong> (1/1/606)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Al-Allamah Abu Ath-Thoyyib Syamsul Haq Al-Azhim Abadiy</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata dalam <strong><em>Aunul Ma’bud</em></strong><em>&#8220;Hadits ini menunjukkan dengan jelas tentang dua perkara. <strong>Pertama</strong>, keluarnya darah dari selain dua lubang (dubur &amp; kemaluan) tidaklah membatalkan wudhu’, baik ia mengalir atau tidak. Itu adalah pendapat kebanyakan ulama’, sedang itulah yang benar…<strong>Kedua</strong>, darah luka adalah suci, dimaafkan bagi orang yang terluka. Ini adalah madzhab Malikiyyah, sedang inilah pendapat yang benar. Hadits-hadits telah datang secara mutawatir bahwa para mujahidin fi sabilillah mereka dahulu berjihad, dan merasakan sakitnya luka-luka lebih dari yang tergambar. Tak seorang yang bisa mengingkari adanya aliran darah dari luka-luka mereka, dan terlumurinya pakaian mereka. Sekalipun demikian, mereka tetap sholat dalam kondisi begini, dan tidak ternukil (suatu hadits) dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau memerintahkan mereka untuk melepas baju mereka yang berlumuran darah dalam kondisi sholat. Sungguh Sa’d -radhiyallahu ‘anhu- telah terkena musibah pada waktu perang Khondaq. Kemudian dibuatkan kemah baginya dalam masjid. Jadi, ia berada dalam masjid, sedang darahnya mengalir dalam masjid. Senantiasa darahnya mengalir sampai ia meninggal&#8221;. </em></span> (1/231-232),</p>
<p><span style="color:#333399;">Diantara dalil yang menunjukkan bahwa darah luka bukan najis, atsar tentang kondisi Umar bin Al-Khoththob <em>-radhiyallahu ‘anhu</em>- saat menjelang wafat. </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Al-Miswar bin Makhromah</strong> -<em>radhiyallahu ‘anhu</em>- berkata, </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><span style="font-size:medium;"><br />
</span></strong></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#333399;"><strong><span style="font-size:medium;">دَخَلْتُ أَنَا وَابْنُ عَبَّاسٍ عَلىَ عُمَرَ حِيْنَ طُعِنَ, فَقُلْنَا: الصَّلاَةَ, فَقَالَ: إِنَّهُ لاَ حَظَّ لأَحَدٍ فِي اْلإِسْلاَمِ أَضَاعَ الصَّلاَةَ فَصَلَّى وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا</span><span style="font-size:medium;"> </span></strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em><br />
</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku pernah masuk masuk bersama Ibnu Abbas menemui Umar ketika beliau ditikam. Maka kami berkata, &#8220;Waktu sholat telah tiba&#8221;. Umar berkata, &#8220;Sesungguhnya tak ada bagian dalam Islam untuk orang yang menyia-nyiakan sholat&#8221;. Maka beliau sholat, sedang lukanya mengucurkan darah&#8221;.</em> [HR. Abdur Rozzaq dalam <strong><em>Al-Mushonnaf </em></strong>(579), Ad-Daruquthniy dalam <strong><em>As-Sunan </em></strong>(1), dan Ibnu Abi Syaibah dalam <strong><em>Al-Mushonnaf</em></strong> (37067) dengan <em>sanad</em> yang <em>shohih</em>] </span></p>
<p><span style="color:#333399;">Sudah dimaklumi bahwa luka yang mengalir pasti akan melumuri pakaian, dan mustahil Umar -<em>radhiyallahu ‘anhu</em>- melakukan sesuatu yang tidak boleh menurut syari’at, lalu para sahabat mendiamkan hal itu, tanpa ada pengingkaran. Ini tiada lain, kecuali karena sucinya darah yang keluar pada luka. [Lihat <strong><em>Aunul Ma’bud</em></strong> (1/232)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Qotadahbin Di’amah As-Sadusiy</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata, </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><span style="font-size:medium;"><br />
</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><span style="font-size:medium;">إِذَا رَعَفَ اْلاِنْسَانُ فَلَمْ يَقْلَعْ فَإِنَّهُ يَسُدُّ مِنْخَرَهُ وَيُصَلِّيْ وَإِنْ خَافَ أَنْ يَدْخُلَ جَوْفَه فَلْيُصَلِّ وَإِنْ سَالَ فَإِنَّ عُمَرَ قَدْ صَلَّى وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا</span><span style="font-size:medium;"> </span></strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em><br />
</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Jika seorang mimisan, lalu belum berhenti, maka ia menutup hidungnya, dan sholat. Jika ia khawatir kalau darahnya masuk ke dalam rongga tubuhnya, maka hendaknya ia (tetap) sholat, walaupun darahnya mengalir, karena Umar sungguh telah sholat, sedang ia mengucurkan darah&#8221;. </em>[HR. Abdur Rozzaq dalam <strong><em>Al-Mushonnaf </em></strong>(574)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Muntah Manusia</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;">Muntah yang kita keluarkan juga bukan najis, karena tak ada dalil yang menjelaskan bahwa ia adalah najis. Sedangkan hukum asalnya sesuatu adalah suci. </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Ahli Fiqih Negeri Syam, Syaikh Al-Albaniy</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata dalam kitabnya <strong><em>Tamamul Minnah</em></strong><em>&#8220;Penulis (Sayyid Sabiq) tidak menyebutkan dalil tentang hal itu (yakni, najisnya muntah), kecuali ucapannya yang berbunyi, &#8220;disepakati kenajisannya&#8221;. Ini adalah pengakuan yang terbatalkan. Sungguh Ibnu Hazm telah menyelisihi dalam hal itu ketika beliau menyatakan sucinya muntah seorang muslim. Silakan rujuk <strong>Al-Muhalla</strong> (1/183). Ini adalah madzhab Al-Imam Asy-Syaukaniy dalam <strong>Ad-Duror Al-Bahiyyah</strong>, dan Siddiq Hasan Khan dalam <strong>syarah</strong>nya terhadap terhadap kitab ini (1/18-20) ketika keduanya tidak menyebutkan muntah manusia dalam golongan najis secara muthlaq. Inilah pendapat yang benar&#8221;. </em></span> (hal.53) saat membantah Sayyid Sabiq,</p>
<p><span style="color:#333399;">Jadi, muntah manusia bukanlah najis yang membatalkan sholat atau wudhu’ kita, sebab tak ada dalil yang jelas menunjukkan kenajisannya. Andai ada, maka akan dinukil oleh para ulama’. </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Keringat Orang Junub, atau Wanita Haidh</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;">Orang yang junub dan wanita haidh bukanlah orang yang najis sehingga harus menjauh atau dijauhi sebagaimana keyakinan orang-orang Yahudi. Adapun dalam agama kita, maka Allah dan Rasulullah -<em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>- telah menjelaskan bahwa mereka suci badannya, sekalipun memang mereka diwajibkan mandi junub saat hendak sholat. </span></p>
<p><span style="color:#333399;">Dari Abu Hurairah -<em>radhiyallahu ‘anhu</em>-, </span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#333399;"><strong><span style="font-size:medium;">أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَهُ فِيْ بَعْضِ طَرِيْقِ الْمَدِيْنَةِ وَهُوَ جُنُبٌ فَانْخَنَسْتُ مِنْهُ, فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ: أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟ قَالَ: كُنْتُ جُنُبًا, فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ وَأَنَا عَلَى غَيْرِ طَهَارَةٍ, فَقَالَ : سُبْحَانَ اللهِ إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ</span><span style="font-size:medium;"> </span></strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em><br />
</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Bahwa Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah menemuinya pada sebagian jalan-jalan kota Madinah, sedang ia (Abu Hurairah) junub. Maka aku mundur dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Abu Hurairah pergi mandi, lalu ia datang. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, &#8220;Dimana engkau tadi, wahai Abu Hurairah?&#8221; Ujar Abu Hurairah, &#8220;Aku tadi junub, maka aku benci kalau aku menemani Anda duduk, sedang aku tidak suci&#8221;. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, &#8220;Subhanallah, sesungguhnya seorang muslim tidak najis&#8221;.</em> [HR. Al-Bukhoriy (283), dan Muslim (372)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Al-Hafizh Ibnu Hajar</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>&#8220;Al-Bukhoriy berdalil dengan hadits ini tentang sucinya keringat orang yang junub, karena badannya tidak najis disebabkan oleh junub&#8221;.</em> [Lihat <strong><em>Al-Fath</em></strong> (1/391)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;">Para ulama’ telah menjelaskan bahwa keringat, dan ludah orang yang junub, haidh, dan nifas adalah suci.<strong> Al-Imam Ibnu Abdil Barr</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata dalam <strong><em>Al-Istidzkar</em></strong> (1/299), <em>&#8220;Adapun ludah, dan keringat, maka ia jelas permasalahannya dari semua ulama’ (bahwa ia suci), baik dari segi penukilan, dan amaliah&#8221;.</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;">Bahkan dalam permasalahan ini sebagian ulama’ telah menukil adanya ijma’ (kesepakatan) dari seluruh ulama’ kaum muslimin.<strong> Al-Imam Al-Ainiy</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>&#8220;Diantara konsekuensi kesucian seorang manusia adalah kesucian keringatnya. Tapi tidak khusus keringat seorang muslim. Kondisi yang ada bahwa keringat seorang kafir juga suci&#8221;.</em> [Lihat <strong><em>Umdah Al-Qori</em></strong> (3/237)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Al-Imam Al-Ainiy</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>&#8220;Semua ahlul ilmi (ulama’) sepakat bahwa keringat orang junub adalah suci. Hal itu (kesucian keringat) telah nyata dari Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan A’isyah bahwa mereka menyatakan hal itu (suci)&#8221;.</em>[Lihat <strong><em>Umdah Al-Qori</em></strong> (3/240)] </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Muhaddits Negeri India, Al-Imam Al-Mubarokfuri</strong> y <em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>&#8220;Mereka sepakat tentang kesucian keringat orang junub, dan keringat wanita haidh. Dalam hadits ini terdapat dalil tentang bolehnya menangguhkan mandi bagi orang yang junub, dan menyelesaikan hajatnya&#8221;.</em>[Lihat <strong><em>Tuhfah Al-Ahwadziy</em></strong></span> (1/325)]</p>
<p><span style="color:#333399;">Inilah pernyataan para ahlul ilmi bahwa keringat orang-orang junub, haidh, dan nifas, bukanlah najis, karena badan mereka suci. Maka sesuatu yang keluar dari badan mereka berupa keringat atau ludah juga suci berdasarkan ijma’. <strong>Inilah yang harus kita yakini</strong> demi menyelisihi orang-orang Yahudi !! </span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Sumber :http://www.darussalaf.com/ </strong>dengan beberapa tambahan<em></em></span></p>
<div><span style="color:#333399;"><a class="pn-normal" title="printer-friendly page" href="http://www.darussalaf.or.id/myprint.php?id=1308" target="_blank"><img src="http://www.darussalaf.or.id/images/print.gif" alt="" /></a></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=112&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/23/ternyata-bukan-najis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:9gKChA1pxpm-dM:http://www.abekdash.com/wp/wp-content/pic/2008/08/Bathroom.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.darussalaf.or.id/images/print.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SIAPAKAH MAHRAM SEORANG LAKI-LAKI?</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/23/108/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/23/108/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 04:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[MAHROM BAGI WANITA Oleh : Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=108&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 159px"><img src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:WYwSs6C8SougCM:http://godhandevilleg.net/wp-content/uploads/2007/03/20070325_flower.jpg" alt="hati-hati dengan mahrammu" width="149" height="100" /><p class="wp-caption-text">hati-hati dengan mahrammu</p></div>
<p><span style="color:#99cc00;">MAHROM BAGI WANITA<br />
Oleh : Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait dengan mahrom.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah,<span id="more-108"></span> misalkan mereka menyebut dengan &#8220;Muhrim&#8221; padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dari sinilah, maka kami mengangkat masalah ini agar menjadi bashiroh (pelita) bagi ummat. Wallahu Al Muwaffiq</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">[1]. Definisi Mahrom<br />
Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullah : Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan. [1]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Imam Ibnu Atsir rahimahullah : Mahrom adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya seperti bapak, anak, saudara, paman dan lain-lain. [2]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan : Mahrom wanita adalah suaminya dan semua orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab seperti bapak, anak, dan saudaranya, atau dari sebab-sebab mubah yang lain seperti saudara sepersusuannya, ayah ataupun anak tirinya. [3]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">[2] Macam-Macam Mahrom<br />
Dari pengertian di atas, maka mahrom itu terbagi menjadi tiga macam:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Mahrom Karena Nasab (Keluarga)<br />
Mahrom dari nasab adalah yang disebutkan oleh Alloh Ta&#8217;ala dalam surat An-Nur: 31<br />
Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka &#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Para ulama&#8217; tafsir menjelaskan: &#8220;Sesungguhnya lelaki yang merupakan mahrom bagi wanita adalah yang disebutkan dalam ayat ini, mereka adalah: .</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">[1]. Ayah<br />
Termasuk dalam kategori bapak yang merupakan mahrom bagi wanita adalah kakek, baik kakek dari bapak maupun dari ibu. Juga bapak-bapak mereka ke atas. Adapun bapak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom berdasarkan firman Alloh Ta&#8217; ala:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">&#8220;&#8230;.Dan Alloh tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu &#8230; &#8221; [Al-Ahzab : 4]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dan ayat ini dilanjutkan dengan firman-Nya:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak&#8217;mereka, itulah yang lebih adil disisi Alloh, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu&#8230;. [Al-Ahzab : 5]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Imam Al Qurthubi rahimahullah: &#8220;Seluruh ulama tafsir sepekat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Zaid bin Haritsah. Para imam hadits telah meriwayatkan dari Ibnu Umar, Beliau berkata: &#8220;Dulu tidaklah kami memanggil Zaid bin Haritsah kecuali dengan Zaid bin Muhammad sehingga turun firman Alloh Taala:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">&#8220;Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka&#8230;.&#8221;[4]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Imam Ibnu Katsir: &#8220;Ayat ini menghapus hukum yang terdapat di awal Islam yaitu bolehnya mengambil anak angkat, yang mana dahulu kaum muslimin memperlakukan anak angkat seperti anak sendiri dalam masalah kholwah dan yang lainnya”.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Maka Alloh memerintahkan mereka untuk mengembalilcan nasab mereka kepada bapak-bapak mereka yang sebenarnya. Oleh karena itulah Alloh membolehkan menikah dengan bekas istri anak angkat. Dan Rosululloh menikah dengan Zainab binti Jahsy setelah di ceraikan oleh Zaid bin Haritsah. Alloh berfirman:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu&#8217;min untuk mengawini istri-istri anak angkat mereka&#8230; [Al Ahzab : 37]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Oleh karena itu Alloh berfirman tentang wanita-wanita yang diharamkan menikah dengannya:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“Dan istri anak kandungmu&#8230; [An Nisa' : 23]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Jadi tidak termasuk yang diharamkan istri anak angkat. [5]<br />
Berkata Imam Muhammad Amin Asy Syinqithi: &#8220;Difahami dari firman Alloh Ta&#8217;ala : &#8220;Dan istri anak kandungmu&#8221; [An Nisa': 23]. Bahwa istri anak angkat tidak termasuk yang diharamkan, dan hal ini ditegaskan oleh Alloh dalam surat Al Ahzab ayat 4, 37, 40.&#8221; [6 ]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Adapun bapak tiri dan bapak mertua akan kita bahas pada babnya.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Setelah mengetahui definisi mahrom dari para ulama&#8217; dan sebagian dari jenis mahrom (yakni mahrom karena nasab keluarga), maka pembahasan selanjutnya adalah mengenai contoh-contoh dari mahram dengan sebab keluarga. Juga, berikut ini akan dibahas secara singkat tentang persusuan. Bagaimana definisinya dan batasan-batasannya?</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">[2]. Anak laki-laki<br />
Termasuk dalam kategori anak laki-laki bagi wanita adalah cucu, baik cucu dari anak laki-laki maupun anak perempuan dan keturunan mereka. Adapun anak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom berdasar pada keterangan di atas. Dan tentang anak tiri dan anak menantu laki-laki akan kita bahas pada babnya.<br />
[3]. Saudara laki-laki, baik saudara laki-laki kandung maupun saudara sebapak ataupun seibu saja.<br />
[4]. Anak laid-laki saudara (keponakan), baik keponakan dari saudara laki-laki maupun perempuan dan anak keturunan mereka. [7]<br />
[5]. Paman, baik paman dari bapak ataupun paman dari ibu.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Syaikh Abdul Karim Zaidan: &#8220;Tidak disebutkan paman termasuk mahrom dalam ayat ini [An Nur: 31] di karenakan kedudukan paman sama seperti kedudukan kedua orang tua, bahkan kadang-kadang paman juga disebut sebagai bapak. Alloh Ta&#8217;ala berfirman:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“Adakah kamu hadir ketika Ya&#8217;qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: &#8220;Apa yang kamu sembah sepeninggalku?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu Ibrahim, Ismail dan Ishaq&#8230;.&#8221; [Al-Baqarah: 133]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Sedangkan Isma&#8217;il adalah paman dari putra-putra Ya&#8217;qub. [8]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dan bahwasanya paman termasuk mahrom adalah pendapat jumhur ulama&#8217;. Hanya saja imam Sya&#8217;bi dan Ikrimah, keduanya berpendapat bahwa paman bukan termasuk mahrom karena tidak disebutkan dalam ayat ini juga dikarenakan hukum paman mengikuti hukum anaknya (padahal anak paman atau saudara sepupu bukan termasuk mahrom -pent).[9]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Mahrom Karena Persusuan<br />
Pembahasan ini kita bagi menjadi beberapa fasal sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Definisi Hubungan Persusuan<br />
Persusuan : Adalah masuknya air susu seorang wanita kepada anak kecil dengan syarat-syarat tertentu. [10]<br />
Sedangkan persusuan yang menjadikan seseorang menjadi mahrom adalah lima kali persusuan, berdasar pada hadits dari Aisyah, beliau berkata :</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“Termasuk yang di turunkan dalam Al Qur&#8217;an bahwa sepuluh kali persusuan dapat mengharamkan (pernikahan) kemudian dihapus dengan lima kali persusuan.&#8221; [11]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Ini adalah pendapat yang rajih di antara seluruh pendapat para ulama&#8217;. [12]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dalil Tentang Hubungan Mahrom Dari Hubungan Persusuan<br />
1).  Dari Al Qur&#8217;an : Firman Alloh Ta&#8217;ala tentang wanita-wanita yang haram dinikahi:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“&#8230;Juga ibu-ibu yang menyusui kalian serta saudarasaudara kalian dari persusuan&#8230; [An Nisa': 23]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">2). Dalil dari Sunnah:  Dari Abdulloh Ibnu Abbas ia berkata : Rasululloh bersabda:<br />
Diharamkan dari persusuan apa-apa yang diharamkan dari nasab. [13]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dari Aisyah ia berkata. &#8220;Sesungguhnya Aflah saudara laki-laki Abi Qu&#8217;ais meminta izin untuk menemuiku setelah turun ayat hijab, maka saya berkata: &#8220;Demi Alloh, saya tidak akan memberi izin kepadamu sebelum saya minta izin kepada Rosululloh, karena yang menyusuiku bukan saudara Abi Qu&#8217;ais, akan tetapi yang menyususiku adalah istri Abi Qu&#8217;ais. Maka tatkala Rosululloh datang, saya berkata: Wahai Rasululloh, sesungguhnya lelaki tersebut bukanlah yang menyusuiku, akan tetapi yang menyusuiku adalah istrinya. Maka Rasululloh bersabda: &#8220;Izinkan baginya, karena dia adalah pamanmu&#8221; [14]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Siapakah Mahrom Wanita Sebab Persusuan?<br />
Berdasarkan ayat dan hadits di atas maka kita ketanui bahwa mahrom dari sebab persusuan seperti mahrom dari nasab yaitu:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">1). Bapak persusuan (suami ibu susu). Termasuk mahrom juga kakek persusuan yaitu bapak dari bapak atau ibu persusuan, juga bapak-bapak mereka keatas.<br />
2). Anak laki-laki dari ibu susu. Termasuk anak susu adalah cucu dari anak susu baik lakilaki maupun perempuan. Juga anak keturunan mereka.<br />
3). Saudara laki-laki sepersusuan.  Baik dia saudara susu kandung, sebapak maupun cuma seibu.<br />
4). Keponakan persusuan (anak saudara.persusuan). Balk anak saudara persusuan laki-laki maupun perempuan, juga keturunan mereka.<br />
5). Paman persusuan (saudara laki-laki bapak atau ibu susu). [15]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Pada bagian ketiga tentang mahrom, akan dibahas jenis mahrom selanjutnya, yaitu mahrom karena mushoharoh. Apa yang dimaksud dengan mushoharoh, dari mana dalil-dalil penyebab mahrom-nya serta siapa sajakah mereka itu? Berikut jawabannya secara singkat mengenai hal itu semua.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Mahrom Karena Mushoharoh<br />
Pembahasan ini kita bagi menjadi beberapa fasal, yaitu:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Definisi Mushoharoh<br />
Mushoharoh berasal dari kalimat : Ash-Shihr. Berkata Imam Ibnu Atsir : &#8220;Shihr adalah mahrom karena pernikahan&#8221;. [16]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Syaikh Abdul Karim Zaidan: &#8220;Mahrom wanita yang disebabkan mushoharoh adalah orang-orang yang, haram menikah dengan wanita tersebut selama-lamanya seperti ibu tiri, menantu perempuan, mertua perempuan&#8221;. [17]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Maka mahrom yang disebabkan mushoharoh bagi ibu tiri adalah anak suaminya dari istrinya yang lain (anak tirinya), dan mahrom mushoharoh bagi menantu perempuan adalah bapak suaminya (bapak mertua), sedangkan bagi ibu istri (ibu mertua) adalah suami putrinya (menantu laki-laki).&#8221; [18]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dalil Mahrom Sebab Mushoharoh<br />
Firman Alloh:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">“&#8230;Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka,atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka&#8230; [An Nur : 31]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Firman Alloh Ta&#8217;ala:<br />
“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu (ibu tiri)&#8230; [An Nisa' : 22]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Firman Alloh Ta&#8217;ala:<br />
“Diharamkan atas kamu (mengawini) &#8230; ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu (anak: tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, dan istri-istri anak kandungmu (menantu)&#8230; [An Nisa': 23]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Siapakah Mahrom Wanita Dari Sebab Mushoharoh?<br />
Berdasarkan ayat-ayat di atas maka dapat kita ketahui bahwa orang-orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab mushoharoh ada lima yaitu:</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">1). Suami<br />
Berkata Imam Ibnu Katsir, ketika menasirkan firman Alloh ta&#8217;ala surat An Nur: 31 &#8220;Adapun suami, maka semua ini (bolehnya menampakkan perhiasan, perintah menundukkan pandangan dari orang lain -pent) memang diperuntukkan baginya: Maka seorang istri berbuat sesuatu untuk suaminya yang tidak dilakukannya dihadapan orang lain.&#8221; [19]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Imam Qurthubi dan Syaukani: &#8220;Makna [bu'uulatihinna] adalah suami dan tuan bagi seorang budak wanita sebagaimana firman Alloh: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka kecuali kepada istri dan budak mereka, maka mereka itu tidak tercela” [Al Mu'minun: 5-6]. [20]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">2). Ayah Mertua (Ayah Suami)<br />
Mencakup ayah suami atau bapak dari ayah dan ibu suami juga bapak-bapak mereka keatas.  [21]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">3). Anak Tiri (Anak suami dari istri lain)<br />
Termasuk anak tiri adalah cucu tiri baik cucu dari anak tiri laki-laki maupun perempuan, begitu juga keturunan mereka. [22]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Maka haram bagi seorang wanita untuk menikah dengan anak tirinya, begitu juga sebaliknya. Berkata Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan firman Alloh : “Janganlah kalian menikah dengan wanita-wanita yang (pernah) dinikahi oleh bapak-bapak kalian” [An Nisa': 22] &#8220;Alloh Ta&#8217;ala mengharamkan menikah dengan istri-istri bapak (ibu tiri) demi menghormati mereka, dengan sekedar terjadi akad nikah baik terjadi jima&#8217; ataupun tidak, dan masalah ini telah disepakati oleh para ulama&#8217;.&#8221; [23]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">4). Ayah Tiri (Suami ibu tapi bukan bapak kandungnya).<br />
Maka haram bagi seorang wanita untuk dinikahi oleh ayah tirinya, kalau sudah berjima&#8217; dengan ibunya. Adapun kalau belum maka hal itu dibolehkan. [24]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Berkata Abdulloh Ibnu Abbas: &#8220;Seluruh wanita yang pernah dinikahi oleh bapak maupun anakmu, maka dia haram bagimu.&#8221; [25]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">5). Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung) [26]<br />
Dan kemahroman ini terjadi sekedar putrinya di akadkan kepada suaminya. [27]</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Alhamdulillah, setelah tuntas membahas mengenai definisi mahrom, jenis-jenis dan siapa-siapa saja yang dihukumi mahrom, maka yang akan dibahas berikutnya adalah menepis anggapan sebagian kaum muslimin yang salah dalam menentukan mahrom. Siapa-siapa saja yang biasa mereka menganggap mahrom, padahal bukan?</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">[Disalin dari Majalah Al Furqon, Edisi 3 Th. II, Dzulqo'idah 1423, hal 29-31. Diterbitkan Oleh Lajnah Dakwah Ma'had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma'had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Al-Mughni 6/555.<br />
[2]. An-Nihayah 1/373.<br />
[3]. Tanbihat &#8216;Ala Ahkam Takhtashu bil mu&#8217;minat, hal. 67.<br />
[4]. Al Jami&#8217; Li Ahkamil Qur&#8217;an: 14/79.<br />
[5]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/435 dengan sedikit perubahan dan Tafsir As-Sa&#8217;di hal: 613.<br />
[6]. Adlwaul Bayan 1/232.<br />
[7]. Lihat Tafsir Qurthubi 12/232-233.<br />
[8]. Lihat Al-Mufashal Fi Ahkamil Mar&#8217;ah 3/159.<br />
[9]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/267, Tafsir Fathul Qodir 4/24 dan Tafsir Qurthubi 12/155.<br />
[10]. Al Mufashol Fi Ahkamin Nisa&#8217; 6/235.<br />
[11]. HR. Muslim 2/1075/1452, Malik 2/608/17, Abu Dawud 2/551/2062, Turmudzi 3/456/1150 dan lainnya.<br />
[12]. Lihat Nailul Author 6/749, Raudloh Nadiyah 2/175.<br />
[13]. HR. Bukhori 3/222/ 2645, Muslim: 2/1068/ 1447, Abu Dawud 1/474, Nasa&#8217;i 6/82, Darimi 2/156, Ahmad 1/27.<br />
[14]. HR. Bukhori: 4796; Muslim: 1445.<br />
[15]. Lihat Al Mufashol 3/160 dengan beberapa tambahan.<br />
[16]. An Nihayah 3/63.<br />
[17]. Lihat Syarh Muntahal Irodat 3/7.<br />
[18]. Lihat Al Mufashshol 3/162.<br />
[19]. Tafsir Ibnu Katsir 3/267.<br />
[20]. Lihat Tafsir Al Qurthubi 12/153 dan Tafsir Fathul Qodir 4/23.<br />
[21]. Lihat Tafsir Sa&#8217;di hal: 515 dan Tafsir Fathul Qodir 4/24 dan Tafsir Qurthubi 12/154.<br />
[22]. Lihat Tafsir Qurthubi 12/154 dan Fathul Qodir 4/24.<br />
[23]. Tafsir Ibnu Katsir 1/413 dengan sedikit perubahan, lihat juga Tafsir Qurthubi 5/75.<br />
[24]. Lihat Tafsir Qurthubi 5/74.<br />
[25]. Tafsir Thobari 3/318.<br />
[26]. Lihat Al Mufashshol 3 /162.<br />
[27]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir 1/417.</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Sumber : http://www.almanhaj.or.id/</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=108&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/23/108/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:WYwSs6C8SougCM:http://godhandevilleg.net/wp-content/uploads/2007/03/20070325_flower.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hati-hati dengan mahrammu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terinfeksi Virus Merah Jambu</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/20/terinfeksi-virus-merah-jambu/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/20/terinfeksi-virus-merah-jambu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 03:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Afwan ustadz, mungkin saat ini aku lagi kejebak VMJ (Virus Merah Jambu/kasmaran). Aku akui memang salah telah memberikan peluang itu sendiri. Tapi saat ini aku sadar bahwa itu adalah suatu kesalahan. Sekarang  di saat aku pengin melepaskan diri dari VMJ itu sangat sulit. Perlu diketahui bahwa setelah VMJ ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=102&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><span style="color:#ff00ff;"><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><em>Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh</em></span><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em></em></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 139px"><em><em><img src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:DmP-7Y_OJNhamM:http://www.msa7a.net/up/uploads/6d31f26be1.bmp" alt="Jadikan cintamu untuk ALLAH dan Rasul-NYA" width="129" height="97" /></em></em><p class="wp-caption-text">Jadikan cintamu untuk ALLAH dan Rasul-NYA</p></div>
<p><span style="color:#ff00ff;"><em>Afwan</em> ustadz, mungkin saat ini aku lagi kejebak VMJ (Virus Merah Jambu/kasmaran). Aku akui memang salah telah memberikan peluang itu sendiri. Tapi saat ini aku sadar bahwa itu adalah suatu kesalahan. Sekarang  di saat aku pengin melepaskan diri dari VMJ itu sangat sulit. Perlu diketahui bahwa setelah VMJ ini hinggap, aku jagi ngga semangat untuk apa-apa. Malas untuk ngapa-ngapain dan banyak gangguan lain. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Mohon ustadz memberikan solusi yang jitu untuk aku yang lagi pengin kembali ke jalan yang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Aan di B</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#ff00ff;">Wa ‘alaikum salam wa rah</span>matullah wa barakatuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Saya sering mendapatkan pertanyaan serupa, dengan keragaman yang masya ALLAH banyaknya. Masing-masing punya titik pokus yang berbeda-beda. Namun satu kata putus dari saya untuk menghadapi seluruh persoalan hidup adalah “<strong>jangan biarkan diri hidup dengan perasaan. Tapi <span id="more-102"></span>jadikan perasaan sebagai motivasi dalam hidup</strong>”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Artinya begini, masa remaja memang masa pergolakan perasaan. Namun sayang, kebanyakan remaja hidup dengan bayang-bayang perasaan mereka. Mereka selalu membayangkan sosok-sosok tertentu sebagai vigur dalam dalam hati mereka , meski mereka terlalu yakin tak akan bisa menjadi seperti para tokoh itu. Pertama, mungkin karena tidak memiliki kapasitas untuk itu. Kedua, mungkin bukan soal kapasitas , tapi karena memang para tokoh itu memang hayalan, atau kalaupun betulan, mereka berbeda agama, berbeda budaya, dan berbeda dengan kita dalam segalanya. Kita tak mau jadi mereka dalam kenyataan, tapi kita senang membayangkan diri menjadi mereka. Lho, kok bisa? Itulah makna hidup dengan perasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Sementara dalam banyak hadis Nabi <em>shallallahu ‘alalihi wa sallam</em> telah menegaskan, bahwa orang yang lemah itu adalah orang yang dibuai oleh angan-angannya. Akhirnya, hanya memperturutkan hawa nafsunya. Orang yang kuat, yang mempu menguasai hawa nafsunya, dan hanya bekerja untuk hari sesudah mati (hari sesudah dibangkitkan nanti).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Praktisnya begini. Soal remaja yang terjebak virus ‘Merah Jambu’ itu, itu wajar, terutama di masa sekarang ini, dengan lingkungan yang melingkari kita sekarang ini. Tapi wajar bukan berarti boleh, lalu dibiarkan begitu saja. Sama dengan anak kecil yang wajar kalau terjatuh dan berdarah, tapi jangan membiarkan anak kecil jatuh, atau bahkan menyetting dengan sengaja agar anak kecil itu terjatuh, lalu dibiarkan berdarah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Wajar, bila virus itu mampir di hati akhi (kamu) sekarang ini. Itu naluri kok. Seperti halnya orang puasa merindukan makanan dan minuman, wajar aja. Tapi karena dia belum halal, jangan menikmatinya. Berusahalah secara keras untuk tidak hidup dengan perasaan, bahwa yang dirasa bukan harus menjadi kenyataaan. Tepis perasaan itu sekarang, juga, one, two…..ya!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Think big, begin small, dan, start now! Mulai dengan hal yang kecil, untuk sebuah cita-cita besar. Kamu adalah seorang muslim, yang harus berbakti kepada kedua orang tua, suatu saat akan menjadi suami, akan menjadi bapak, akan menjadi juru dakwah, dan seterusnya. Banyak tugas yang harus dipikul. Jangan terjatuh hanya karena persoalan kecil yang dibesar-besarkan. Tapi, tak ada waktu untuk menimbang-nimbang dan berpikir. Sekarang juga enyahkan segala bentuk perasaan yang tidak sehat, apalagi sampai mengganggu segala-galanya. Segera galang cita-cita. Jadikah ‘love’ kamu untuk segala tugas yang ada di depan mata. For the first, love your god. Love your prophet. Love your parent. Love your religion. Love your duty. Love, love, dan seterusnya. Masih banyak yang membutuhkan cinta kita bukan? Bila semua cinta itu diberikan secara sempurna, betapa indahnya hidup ini. Cinta hanya kepada seseorang , yang belum hala lagi, mana bisa mengalahkan kecintaan kita kepada itu semua?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Saudaraku…hiburlah diri dengan kecintaan kepada akhirat. “<em>Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa</em>&#8221; (surat Al Qashash ayat 83).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Perlu dicatat, manusia-manusia terbaik, seperti Yusuf <em>alaihis salam</em>, dan Umar bin Abdul ‘Aziz, juga pernah mengalami cinta kepada wanita yang belum halal sebagai isterinya. Tapi, mereka mampu meredam cinta tersebut, sehingga hanya menjadi onggokan rasa yang tak mengusik sedikitpun ibadah dan ketakwaan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Sebenarnya kita menjadi terganggu, karena kita tidak mau mengolah perasaan, tapi lebih memilih digiring oleh perasaan. Arti managemen hati adalah menciptakan kemampuan untuk mengolah hati. Saat sedih, olah hati menjadi gembira. Saat marah, olah hati agar tercipta kesabaran. Saat malas, olah agar beremangat, begitu seterusnya. Karena sifatnya mengolah, maka harus diniatkan dan diusahakan. Sehingga penentu kebaikan itu –setelah ALLAH Yang Maha Kuasa- adalah diri kamu sendiri, bukan siapa-siapa. Artinya, apakah kamu mau menjadi raja atas hati kamu sendiri, atau justru menjadi budak hati?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Seorang aktor tentu ahli mengolah hati. Tapi sayang, itu hanya untuk sebuah lakon kosong. Kalau saja kamu mampu mengolah hati bagai seorang aktor terkemuka, tentu SANDIWARA LANGIT dalam kehidupan ini, akan dapat kamu perankan dengan sebaik-baiknya. Kamu akan mampu menguasai hati dan perasaan, bukan justru ditundukkan oleh hati dan perasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;">Saudaraku, hidup ini memang permainan, tapi permainan yang ALLAH tegaskan berulang-ulang dalam Al Quran ini, berujung pada keabadian; surga atau neraka, bila sudah sadar bahwa kamu sedang mengejar surga, dan takut terhadap neraka, layakkah masih ada perasaan yang membuat kamu tidak tidak berdaya? Mulai, dan bertawakkallah kepada ALLAH <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. BISMILLAH</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Ditulis ulang dari Majalah Elfata, Edisi 11 vol. 08-2008 oleh Al Faqir ila ALLAH <em>Ibnu Mukhtar</em></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=102&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/20/terinfeksi-virus-merah-jambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:DmP-7Y_OJNhamM:http://www.msa7a.net/up/uploads/6d31f26be1.bmp" medium="image">
			<media:title type="html">Jadikan cintamu untuk ALLAH dan Rasul-NYA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BEROBAT SAMA DENGAN TIDAK TAWAKKAL ?</title>
		<link>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/18/berobat-sama-dengan-tidak-tawakkal/</link>
		<comments>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/18/berobat-sama-dengan-tidak-tawakkal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 05:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berbagipengetahuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagipengetahuan.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita ingin sehat. Kesehatan memang karunia yang kerap dilupakan. Namun rumah sakit, apotek, dan obat-obatan adalah jenis kosa kata yang terlalu akrab buat kita, yang selalu ada di benak kita. Kita tak mungkin melupakannya. Itu artinya, bahwa kita sesungguhnya juga takut sakit. Orang boleh sok lupa dengan kesehatan tubuhnya sebagai karunia. Namun saat seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=99&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#339966;"></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 135px"><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:BdW4JnHfE2HeTM:http://www.infocondet.com/images/berbagaijenisobat.jpg" alt="Setiap penyakit ada obatnya (yang halal)" width="125" height="94" /><p class="wp-caption-text">Setiap penyakit ada obatnya (yang halal)</p></div>
<p>Setiap kita ingin sehat. Kesehatan memang karunia yang kerap dilupakan. Namun rumah sakit, apotek, dan obat-obatan adalah jenis kosa kata yang terlalu akrab buat kita, yang selalu ada di benak kita. Kita tak mungkin melupakannya.<br />
Itu artinya, bahwa kita sesungguhnya juga takut sakit. Orang boleh sok lupa dengan kesehatan tubuhnya sebagai karunia. Namun saat seseorang merasa takut karunia itu hilang, berarti ia tak pernah melupakan karunia tersebut. Sama dengan orang populer yang takut popularitasnya menyusut, itu artinya ia tahu betul bahwa<span id="more-99"></span> ia sangat suka menjadi orang terkenal. Ia tak pernah lupa bahwa ia terkenal, dan ia menyukai ketenarannya. Saat seseorang tak mau menggunakan nikmat sehatnya untuk melakukan yang terbaik buat dirinya, sesungguhnya bukanlah ia lupa bahwa sehat itu adalah karunia. Tapi ia terlalu tenggelam menikmati karunia itu, sehingga lupa mensyukurinya.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Kalau Sakit, ya Berobat!<br />
Bila kita ingin disebut bersyukur, gunakanlah masa sehat untuk banyak berlaku baik, beribadah dan menempa diri. Namun yang tak boleh dilupakan, jangan sia-siakan masa sehat, dengan membiarkan tubuh menjadi sakit dan menderita. Kalau sakit, ya berobat dong.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Semua kita tentu tahu, bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.<br />
“Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu pasti akan sembuh dengan ijin Allah Azza wa Jalla.”<br />
Dari Abu Harairah, Rasulullah bersabda, “Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti<br />
Allah  menurunkan obatnya.”</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Hadits ini bukan saja menunjukkan bahwa pada hakikatnya setiap penyakit itu ada obatnya, tapi juga bahwa setiap penyakit itu harus diobati. Karena obat yang Allah turunkan untuk menyembuhkan tiap penyakit adalah karunia. Kalau kita enggan berobat atau mengobati penyakit, sama artinya kita mengabaikan sebagian dari karunia Allah. Tentu, kita tak mau dicap hamba yang tidak menyukuri karunia-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Sementara dalam Musnad Imam Ahmad disebutkan hadits dari Ziyaad bin Ilaaqah, dari Usamah bin Syuraik diriwayatkan bahwa ia menceritakan: “Suatu saat aku sedang berada bersama Nabi, tiba-tiba datanglah beberapa lelaki badwi. Mereka bertanya: “Apakah kami boleh berobat?” Beliau menjawab: “Betul hai para hamba Allah sekalian, silakan kalian berobat! Karena setiap Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.””</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Memilih Tidak Berobat Boleh Enggak<br />
Secara umum, tadi sudah dijelaskan, bahwa membiarkan tubuh tetap sakit, termasuk mengabaikan karunia Allah. Karena dengan tubuh yang sehat, banyak yang bisa kita lakukan. Itu bukan berarti saat sakit kita gak bisa apa-apa. Saat sakit, kita masih bisa banyak beribadah, mendekatkan diri kepada Allah, dan merenungi hidup yang selama ini kita lalui. Namun tak dapat disangkal, bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan saat sehat, dan tak dapat kita lakukan saat sakit. Seperti berjihad, bekerja mencari nafkah, berdakdah ke berbagai tempat, mengunjungi saudara dan bersilaturrahmi, mengurus berbagai urusan yang membutuhkan tenaga dan kekuatan yang prima. Untuk itulah, seseorang tidak boleh membiarkan dirinya sakit, tanpa berobat dan berusaha untuk sembuh.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Eh,  memang ada, orang yang lebih merasa nikmat saat sakit. Untuk itu, kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah bahwa sebagian ulama berpendapat  berobat itu hukumnyalah mubah. Orang yang merasa lebih nyaman dan merasa lebih enak beribadah saat sakit, boleh saja memilih untuk tetap sakit. Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Islam yang pertama itu, juga memilih pendapat demikian. Yah, ini soal pendapat.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Tapi, hal itu bersifat kasuistik. Artinya, orang yang merasa lebih nikmat dalam sakit, dan dengan itu ia merasa tak terganggu melakukan berbagai aktivitas, bahkan lebih enak beribadah, tentu sangat-sangat sedikit sekali. Jadi, kalaupun pendapat itu benar, tak sembarang orang bisa memilih pendapat tersebut, dan membiarkan dirinya sakit, tanpa berobat, seperti yang pernah dilakukan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Toh, Nabi n sendiri juga berobat. Bahkan beliau juga memerintahkan berobat. Dan, iman kebanyakan kita terlalu rapuh, untuk mengaku-ngaku bahwa kita bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Abu Bakar. Kenyataanya, kita justru lebih sering mengeluh saat sakit, ketimbang bersyukur. Kalau kena penyakit sedikit saja mengeluh, gimana kita memilih untuk terus menerus sakit?</span></p>
<p><span style="color:#339966;">O ya, ada hal yang harus diingat. Soal mengatasi penyakit ini, tak boleh sama sekali diabaikan. Kita dianjurkan berobat, bukan saja saat kita sudah terbaring pasrat di pembaringan rumah sakit.  Terkadang kita mengidap penyakit tertentu, seperti gejala magh, kecendrungan Hipertensi, atau keluhan-keluhan mudah lelah, terlalu sering buang air kecil, gampang pusing dan sakit kepala, dan lain-lain, tapi kita mengabaikannya saja. Akhirnya kita baru terhenyak, setelah hasil diognosa yang dilakukan &#8216;kebetulan&#8217; saat sakit kepala kita kambuh membuktikan bahwa kita mengidap tumor otak, diabetes, atau penyakit-penyakit berbahaya yang lain. Itu tandanya, kita kurang menjaga karunia kesehatan.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Orang yang jarang melakukan aktivitas fisik, berolahraga atau yang lainnya, juga perlu merasa khawatir atas kesehatan dirinya. Berobat yang terbaik adalah melakukan pencegahan. Itu konsep medis yang sudah berusia ribuan tahun, dan Islam mengakuinya. Jadi, berobatlah dengan menjaga karunia kesehatan yang ada dalam tubuh kita.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Antara Berobat dan Bertawakal<br />
Oleh sebab itu kesembuhan penyakit dikaitkan Rasulullah-dalam beberapa hadits- dengan penyakit yang diobati. Jika ada kesesuaian antara obat dengan penyakit yang diderita maka dengan ijin Allah penyakit itu sembuh.Karena semua ciptaan Allah pasti ada antinya, begitu pula dengan suatu penyakit.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Perintah berobat dalam hadits tidak bertentangan dengan adanya tawakal seorang<br />
hamba.  Bila kita memilih untuk tidak berobat karena menganggap telah bertawakal, itu artinya bertolak belakang dengan konsep tawkal itu sendiri. Ahli tauhid mengatakan bahwa tawakal tanpa usaha dinamakan tawakal palsu. Yang benar adalah usaha, usaha,usaha dan tawakal.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Selain itu, ungkapan Nabi, “Setiap penyakit ada obatnya&#8230;.” Telah meberikan spirit kepada orang sakit dan para dokter yang mengobatinya, selain itu juga mengandung anjuran untuk mencari obat dan menyelidikinya. Karena kalau orang sakit sudah merasakan suatu keyakinan bahwa ada obat yang dapat menghilangkan penyakitnya ia akan bergantung pada ruh harapan dan optimisme serta keputus asaan akan dapat dia tepis.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Memang, bila dikaji terus, masalah berobat ini bisa membuahkan banyak cabang persoalan yang sangat menarik dibahas. Tapi, lembaran kita sangat terbatas untuk mengupasnya. Tapi beberapa kerat bahasan ini, cukuplah untuk menambah motivasi dan kesadaran kita akan pentingnya berobat, mengobati penyakit, dan menjaga kesehatan tubuh agar tak mudah dihinggapi penyakit. Hiduplah dengan sehat, karena Islam membutuhkan generasi muslim yang sehat dan kuat. Wallahu A&#8217;lam.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Sumber : http://majalah-elfata.com/</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagipengetahuan.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagipengetahuan.wordpress.com&amp;blog=5702407&amp;post=99&amp;subd=berbagipengetahuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagipengetahuan.wordpress.com/2009/01/18/berobat-sama-dengan-tidak-tawakkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">berbagipengetahuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:BdW4JnHfE2HeTM:http://www.infocondet.com/images/berbagaijenisobat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Setiap penyakit ada obatnya (yang halal)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
